Laporan Kontributor Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Duka mendalam menyelimuti keluarga Ilham Maulana (24), pedagang tahu asal Kampung Jaringao Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, yang meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Tol Cipularang KM 85B, Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jumat (31/7/2026) dini hari.
Di balik kepergiannya, Ilham meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung anak kedua mereka. Menurut keluarga, sang istri bahkan baru menjalani pemeriksaan USG beberapa waktu lalu sebelum musibah terjadi.
Kakak ipar korban, Angga Hartanto (38), mengatakan keluarga sama sekali tidak menyangka Ilham akan pergi untuk selama-lamanya.
Bagi keluarga, Ilham dikenal sebagai sosok sederhana, pekerja keras, dan tidak banyak bicara.
"Ilham sosoknya pekerja keras, baik sekali. Orangnya pendiam, tidak banyak bicara," katanya kepada Tribun Jabar.id, di rumah duka, Jumat siang.
Selama ini, katanya, Ilham bekerja keras bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga mengejar impiannya membangun rumah sendiri.
Baca juga: Sosok Ilham, Korban Tewas Kecelakaan di Tol Cipularang, Dikenal Pekerja Keras
Baca juga: Tangis Keluarga di Sumedang Sambut Kedatangan Jenazah Pedagang Tahu Korban Laka Maut Tol Cipularang
Menurut Angga, korban telah menabung untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Bahkan, bulan depan Ilham berencana mulai membeli batu sebagai material pertama pembangunan rumah.
"Targetnya ingin bangun rumah sendiri. Dia lagi nabung. Malah bulan depan rencananya mau beli batu dulu untuk bangun rumah," ujarnya.
Selain berjualan tahu, Ilham juga dikenal memiliki keahlian sebagai mekanik sepeda motor.
Di lingkungan tempat tinggalnya, warga kerap meminta bantuannya ketika mengalami kerusakan kendaraan.
"Dia juga mekanik. Serba bisa. Orang sini kalau ada motor rusak sering minta tolong ke dia," kata Angga.
Namun, seluruh rencana itu kini tinggal kenangan. Ilham meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Cipularang bersama seorang rekannya sesama pedagang tahu saat hendak berjualan ke Pasar Plered.
Jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Kampung Jaringao, Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
Bagi Angga, kepergian Ilham menjadi kehilangan besar bagi keluarga, terlebih karena korban meninggalkan istri yang sedang mengandung anak kedua.
"Saya sangat kehilangan. Dia enggak sakit, enggak apa-apa, tahu-tahu meninggal karena kecelakaan. Kami semua syok. Nangis sudah habis. Tapi kami tidak bisa melawan takdir, keluarga hanya bisa sabar," ucapnya.