Naik Angkot ke Menjer, DWP Setda Wonosobo Kampanyekan Transportasi Umum dan Literasi Keluarga
raka f pujangga July 31, 2026 08:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemandangan berbeda terlihat dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, Jumat (31/7/2026). 

Sekitar 60 peserta memilih berangkat bersama menggunakan angkutan kota (angkot) menuju kawasan wisata Menjer, alih-alih memakai kendaraan pribadi.

Baca juga: Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan UIN Walisongo Semarang Tahun 2026

Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang mendorong penggunaan transportasi umum melalui Surat Edaran tentang Penggunaan Jasa Transportasi Umum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta karyawan BUMN dan BUMD.

Meski tidak seluruh anggota DWP berstatus ASN, organisasi tersebut ikut mengampanyekan penggunaan transportasi umum sebagai kebiasaan yang dapat dilakukan masyarakat luas.

20260731_Dharma Wanita Persatuan Setda Wonosobo naik angkot ke Menjer_1
TRANSPORTASI UMUM - Puluhan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo menaiki angkutan kota (angkot) menuju kawasan wisata Menjer, Jumat (31/7/2026) kampanyekan transportasi umum dan literasi keluarga.

Ketua DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, Wien Sulistyaningsih Andang, mengatakan penggunaan angkot dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung ekonomi lokal.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kegiatan organisasi tidak hanya memberi manfaat bagi anggota, tetapi juga bagi masyarakat. 

Dengan menggunakan angkot secara bersama-sama, kami berharap dapat membantu meningkatkan pendapatan para pengemudi, mendukung efisiensi energi, sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin mencintai transportasi umum. 

Hal-hal sederhana seperti ini jika dilakukan bersama tentu akan memberikan dampak yang lebih besar," ujar Wien.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi inspirasi dalam penyelenggaraan kegiatan DWP berikutnya.

"Ke depan, kami akan mendorong agar berbagai kegiatan DWP, selama memungkinkan, memanfaatkan angkutan umum sebagai moda transportasi bersama. 

Kami ingin menjadikan kebiasaan ini sebagai bagian dari kontribusi DWP dalam mendukung ekonomi kerakyatan sekaligus menyukseskan program-program Pemerintah Kabupaten Wonosobo," katanya.

Respon positif juga datang dari para pengemudi angkot. Heru, salah satu sopir yang mengantar rombongan ke Menjer, mengaku senang mendapat rombongan penumpang dalam jumlah besar.

"Kami senang mendapat rombongan seperti ini. Selain menambah penghasilan, kami juga merasa angkutan umum masih dipercaya dan dimanfaatkan. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan," ungkapnya.

Setibanya di Menjer, DWP Setda Wonosobo menggelar Lomba Mendongeng sebagai program kerja Bidang Pendidikan. 

Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan budaya literasi dalam keluarga sekaligus mendukung program Wayah atau Waktu Bersama Ayah yang telah diluncurkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

Menariknya, peserta lomba tidak hanya berasal dari kalangan perempuan. Sejumlah ayah juga ikut ambil bagian sebagai bentuk keterlibatan dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Wien mengatakan mendongeng menjadi salah satu cara sederhana untuk mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini.

"Kami ingin budaya literasi tumbuh dari rumah. Melalui program Wayah, kami mengajak para ayah untuk lebih terlibat dalam pengasuhan, sementara ibu tetap menjadi pendamping yang bijak dalam membimbing anak. 

Mendongeng dan membaca bersama menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus mengurangi kebiasaan anak menghabiskan waktu di depan gawai tanpa pengawasan," jelasnya.

Baca juga: Dharma Wanita Persatuan UIN Walisongo Gelar Gebyar Ramadan 1447 H, Salurkan 240 Paket Sembako

Menurut Wien, melalui kegiatan tersebut DWP tidak hanya ingin mendukung budaya literasi keluarga, tetapi juga mengampanyekan penggunaan transportasi umum sebagai bentuk kepedulian terhadap ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Baginya, perjalanan menggunakan angkot menuju Menjer menjadi simbol bahwa perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang memberi manfaat bagi banyak pihak, mulai dari meningkatkan kesejahteraan pengemudi angkot hingga memperkuat budaya membaca di lingkungan keluarga. (ima)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.