TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Krisis air bersih imbas kemarau yang melanda Kabupaten Bogor hingga kini masih dirasakan sebagian warga Kabupaten Bogor.
Rata-rata warga yang terdampak ini merupakan warga yang setiap harinya biasa menggunakan sumur dan mata air sebagai sumber air bersih.
Namun di musim kemarau 2026, sumber air warga ini mengering.
Sehingga mereka yang kekeringan ini sampai meminta bantuan air bersih ke BPBD Kabupaten Bogor.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, per 31 Juli 2026, BPBD dijadwalkan distribusi air sampai ke 16 desa di 11 kecamatan.
Rata-rata lokasi yang disalurkan bantuan air bersih ini dilakukan setelah pihak desa bersurat meminta bantuan air bersih.
Salah satunya adalah di Kampung Cimanggu RT004/003, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani menjelaskan, di kampung ini ada 198 KK atau 560 Jiwa yang terdampak.
"Warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih," kata Adam dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
Dalam foto yang didapat dari BPBD, distribusi di kampung ini tak disambut kerumunan warga.
Terlihat petugas BPBD langsung mendistribusikan air ke toren penempung air yang ada di kampung tersebut.
Volume air bersih yang disalurkan di kampung tersebut adalah sebesar 4.000 Liter.
"Untuk sementara kebutuhan air bersih telah didistribusikan ke torn untuk warga yang terdampak," ungkapnya.
Diketahui, selain mendistribusikan air ke kampung di wilayah Kecamatan Rancabungur, BPBD juga dijadwalkan mendistribusikan air ke kecamatan-kecamatan lainnya di hari yang sama, antara lain:
Parung Panjang
Jasinga
Tenjo
Cigudeg
Nanggung
Ciseeng
Gunung Sindur
Citeureup
Babakan Madang
Klapanunggal