Bupati Dony Minta Kades di Sumedang Pastikan Tak Ada Warga Kelaparan & Kesulitan Air Bersih
Siti Fatimah July 31, 2026 09:11 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta seluruh kepala desa memastikan tidak ada warga yang mengalami kelaparan maupun kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

Ia menegaskan, apabila pemerintah desa tidak mampu menangani persoalan tersebut, kepala desa diminta segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang agar bantuan pangan maupun air bersih dapat segera disalurkan.

Pesan itu disampaikan Dony saat melantik dua Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW), di Gedung Negara, Kamis (30/7/2026).

"Jangan ada satu pun warga kita yang kekurangan makan. Jika desa tidak kuat, segera laporkan ke kabupaten karena kami memiliki cadangan pangan," kata Dony.

Selain persoalan pangan, Dony juga mengingatkan pemerintah desa agar sigap menangani potensi kekeringan yang menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Ia mengatakan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan darurat 112 apabila membutuhkan bantuan distribusi air bersih.

"Jangan sampai ada warga yang kekurangan air bersih. Cukup hubungi layanan 112, nanti BPBD, PDAM atau PMI akan datang memberikan bantuan air bersih secara gratis. Namun, terlebih dahulu diverifikasi oleh kepala desa agar bantuan tepat sasaran," ujarnya.

Dalam arahannya, Dony mengingatkan para kepala desa agar menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia meminta setiap kepala desa memahami seluruh regulasi sebelum mengambil kebijakan.

"Pahami aturan. Jika sudah memahami aturan, laksanakan dengan sebaik-baiknya. Jangan sedikit pun keluar dari aturan," katanya.

Menurut Dony, peningkatan kapasitas aparatur desa juga harus menjadi perhatian melalui budaya belajar yang berkelanjutan.

Ia mendorong kepala desa untuk terus menambah wawasan mengenai tata kelola pemerintahan desa dan mempelajari praktik-praktik terbaik dari daerah lain.

"Tingkatkan kompetensi dengan terus belajar, banyak membaca mengenai tata kelola pemerintahan desa dan mencari berbagai referensi sebagai pembanding. Dengan begitu kita bisa terus melakukan perbaikan," ujarnya.

Selain memahami regulasi, Dony menilai kepala desa juga harus mampu menghadirkan inovasi dalam membangun wilayahnya.

Menurutnya, budaya berprestasi akan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan publik sekaligus kesejahteraan masyarakat.

"Kepala desa harus memiliki semangat berprestasi hingga menjadi budaya kerja. Ketika kepala desa berprestasi, desa akan semakin maju, pelayanan kepada masyarakat meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pun ikut terangkat," katanya.

Dony juga menekankan pentingnya pengambilan kebijakan berdasarkan data yang akurat.

Ia meminta kepala desa menguasai berbagai data penting, mulai dari angka kemiskinan, stunting, pengangguran, anak putus sekolah hingga rumah tidak layak huni sebagai dasar penyusunan program pembangunan.

"Kepala desa harus mengetahui data kemiskinan, stunting, pengangguran, anak putus sekolah, rumah tidak layak huni dan data penting lainnya. Pahami datanya, karena kita harus bekerja berdasarkan data," ujarnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.