TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meminta seluruh BAZNAS di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota memperkuat kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di daerah untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum, mengatakan, masih banyak penyandang disabilitas yang kesulitan memperoleh pekerjaan.
"Kami meminta BAZNAS di seluruh Indonesia, baik kota, kabupaten maupun provinsi, agar bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat untuk mengalokasikan programnya bagi kaum difabel atau penyandang disabilitas," kata Mahdum.
Hal tersebut dikatakan Mahdum saat peluncuran program pelatihan dan penempatan kerja penyandang disabilitas bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pekerjaan yang layak.
Ia menambahkan, BAZNAS memiliki jaringan yang terdiri atas 34 BAZNAS provinsi, 514 BAZNAS kabupaten/kota, dan 204 Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Seluruh jaringan tersebut diharapkan ikut mengambil peran dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif.
Selain mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah, Mahdum juga meminta BAZNAS dan LAZ di seluruh Indonesia memberikan contoh dengan membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas di lingkungan kantor masing-masing.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mengatur pemenuhan hak penyandang disabilitas, termasuk hak atas pekerjaan tanpa diskriminasi.
BAZNAS, kata Mahdum, juga akan terus mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan keterampilan.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan kolaborasi dengan BAZNAS menjadi langkah konkret memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
"Ini adalah inisiatif yang luar biasa. Amanat konstitusi menyebutkan setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Atas dasar itulah kami hadir di sini," ujar Yassierli.
Ia mengungkapkan Kemnaker baru memperoleh tambahan anggaran pelatihan untuk sekitar 270 ribu peserta di seluruh Indonesia dengan total dana mencapai Rp1,7 triliun.
"Pelatihannya gratis. Pemerintah daerah bisa memanfaatkan anggaran ini agar semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh keterampilan dan kesempatan kerja," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Boyolali Agus Irawan menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Boyolali sebagai lokasi pelaksanaan program.
Menurutnya, program tersebut memperkuat komitmen daerah dalam membangun kabupaten yang inklusif.
"Semoga program ini menambah semangat teman-teman disabilitas untuk terus belajar dan bekerja. Kami ingin Boyolali dikenal bukan hanya sebagai daerah penghasil susu atau destinasi wisata Merapi-Merbabu, tetapi juga sebagai kabupaten yang inklusif," katanya.
Dalam program tersebut, BAZNAS RI menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta kepada 25 penerima manfaat di Boyolali.
Baca juga: Bulog Kucurkan 2,5 Ton Beras untuk Pelajar Disabilitas hingga Buka Peluang Magang
Bantuan digunakan untuk mendukung pelatihan keterampilan, pendampingan, hingga fasilitasi penempatan kerja yang disesuaikan dengan kemampuan peserta dan kebutuhan dunia usaha.