Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Harga komoditas kakao dan pinang kering ditingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh dilaporkan cenderung stabil dalam beberapa hari terakhir.
Saat ini, harga kakao kering berada diangka Rp 80.000 per kilogram, sementara pinang kering dijual seharga Rp 12.000 per kilogram.
Seorang pedagang pengumpul hasil bumi di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Aceh Tenggara, Sabri alias Win menyebutkan bahwa pergerakan harga komoditas lokal sangat bergantung pada kondisi pasar utama.
“Sudah tiga hari terakhir ini harga kakao bertahan di Rp 80.000 per kilogram dan pinang Rp 12.000 per kilogram.
Kedua komoditas ini stabil di tingkat petani karena harga di pasaran Medan masih stagnan,” ujar Sabri, Jumat (31/7/2026).
Meski tergolong stabil dalam kurun waktu tiga hari terakhir, harga kakao saat ini sebenarnya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Hasanudin, seorang petani kakao asal Bukit Merdeka, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, mengungkapkan bahwa harga kakao sempat menyentuh angka Rp 90.000 per kilogram sebelum akhirnya turun ke level Rp 80.000 per kilogram.
Penurunan harga ini terjadi bersamaan dengan berakhirnya masa panen raya, yang menyebabkan volume produksi buah kakao di tingkat petani mulai menurun.
Padahal, kualitas biji kakao yang dihasilkan petani saat ini dinilai sangat baik.
“Kami berharap harga kakao bisa naik kembali, bahkan kalau bisa mencapai level Rp 170.000 per kilogram seperti yang pernah terjadi,” ungkap Hasanudin. (*)
Baca juga: Audit Dana Desa Aceh Tenggara Berjalan di 9 Kecamatan, GeRAK Minta Transparan
Baca juga: Berpotensi Hilangnya Pajak, Kendaraan Plat Non BL Menjamur di Aceh Tenggara
Baca juga: Hari Ini Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Naik jadi Rp 80.000 per Kilogram