Pertamina menghormati proses penanganan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, serta berkomitmen memberikan dukungan yang diperlukan untuk membantu proses klarifikasi atas kejadian tersebut.
Baca juga: Kepuasan Kinerja Turun, Pengamat Beberkan Rencana Reshuffel Kabinet Prabowo, Disebut Hal Mendesak
Baca juga: 4 Bocah Dilaporkan Keroyok Gadis 12 Tahun di Mamasa, Korban Alami Luka dan Trauma
Berdasarkan hasil penelusuran internal, pengemudi mobil tangki tidak mengetahui telah terjadi senggolan saat melintas karena keterbatasan area pandang (blind spot) kendaraan.
Setelah memperoleh informasi dan rekaman CCTV yang mengonfirmasi adanya insiden tersebut, pengemudi segera melaporkan kejadian kepada manajemen serta berupaya mencari informasi mengenai korban sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi.
Sebagai tindak lanjut, pengemudi didampingi oleh Pengawas Operasional dan tim HSSE Pertamina mendatangi korban di Rumah Sakit Andi Depu, untuk memastikan kondisi korban sekaligus menjalin komunikasi secara langsung dengan keluarga.
Pengemudi juga secara sukarela melaporkan diri kepada Polres Polewali Mandar guna memberikan keterangan dan mendukung proses penanganan yang sedang berlangsung.
Berdasarkan komunikasi yang telah dilakukan antara kedua belah pihak, permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
Korban juga telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini telah diperbolehkan kembali ke rumah dalam kondisi yang terus membaik.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa Pertamina menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional, termasuk dalam pengangkutan energi kepada masyarakat.
"Setiap insiden yang melibatkan operasional Pertamina akan kami tindak lanjuti melalui proses evaluasi secara menyeluruh. Kami juga terus memperkuat pembinaan kepada awak mobil tangki terkait aspek keselamatan berkendara, kepatuhan terhadap prosedur operasional, serta koordinasi dengan pihak berwenang apabila terjadi insiden di lapangan," ujar Lilik.
Lilik menambahkan bahwa Pertamina akan terus melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap aspek keselamatan operasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan distribusi energi sekaligus meminimalkan potensi terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
Sedangkan penumpang motor, Dwi Fatimah mengalami luka lecet pada wajah, tangan, dan kaki, serta mengeluhkan nyeri hebat di bagian dada.
Kasat Lantas Polres Polman IPTU Jamaluddin membenarkan adanya peristiwa dugaan tabrak lari tersebut.
Ia mengatakan, pihaknya sempat mengalami kesulitan mengidentifikasi kendaraan karena truk langsung meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).
Namun, kasus tersebut berhasil diungkap dua hari kemudian setelah polisi melakukan analisis terhadap rekaman pemantau jalan raya.
"Berdasarkan hasil rekaman, kendaraan yang terlibat akhirnya berhasil kami ungkap dua hari setelah kejadian," kata IPTU Jamaluddin.
Ia menjelaskan, rekaman tersebut diperoleh melalui koordinasi dengan tim Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Sulbar.
Rekaman itu kemudian diperiksa dan dikaji untuk mengetahui kendaraan yang terlibat sebelum dan sesudah kejadian.
Saat ini, satu unit armada truk tangki BBM yang diduga terlibat kecelakaan telah diamankan polisi.
Meski demikian, kepolisian masih mendalami status hukum pengemudi truk tersebut.
"Sopir saat ini kami kenakan wajib lapor. Setelah tahap penyelidikan rampung, baru akan kita tentukan statusnya saat naik ke penyidikan," ungkapnya. (*)