- Serangan rudal balistik dan drone Rusia ke seluruh Ukraina menewaskan 10 warga sipil dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, Kamis (30/7/2026) malam.
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengerahkan pesawat tempurnya setelah salah satu rudal melintasi perbatasan barat negara itu ke Polandia.
Adapun Polandia termasuk dalam anggota NATO.
Sementara itu, Ukraina telah mendaftar untuk bergabung NATO, tetapi belum diterima menjadi anggota penuh.
NATO mengatakan sebuah rudal Rusia memasuki wilayah udara Polandia selama serangan tersebut dan mendarat di daerah pedesaan.
Rudal itu tidak menyebabkan cedera atau kerusakan, tetapi dapat memperdalam ketegangan antara aliansi militer dan Moskow, karena negara-negara Eropa yang waspada khawatir perang yang telah berlangsung selama 4 tahun itu dapat meluas ke wilayah mereka.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebutnya sebagai “tindakan gegabah lainnya dari Rusia dan konsekuensi berbahaya dari perangnya melawan Ukraina.”
Sementara, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan itu adalah "insiden yang sangat serius."
"Sama sekali tidak ada alasan untuk percaya bahwa Polandia adalah targetnya," katanya, Kamis, dilansir AP News.