Cold Storage 10 Ton Dibangun di Warloka Komodo, Nelayan Tak Perlu Khawatir Ikan Membusuk
Cristin Adal August 01, 2026 04:47 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Nelayan di Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, kini memiliki fasilitas cold storage berkapasitas 10 ton melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mengakhiri kebiasaan nelayan menjual ikan dengan harga murah karena khawatir hasil tangkapan membusuk. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (30/7/2026).

Menurut Zulkifli Hasan, rendahnya daya tawar nelayan selama ini dipengaruhi keterbatasan fasilitas penyimpanan. Ketika hasil tangkapan melimpah, nelayan tidak memiliki pilihan selain menjual ikan dengan harga yang ditentukan pembeli.

"Nelayan kita rajin bekerja. Tetapi begitu mendapat ikan, ditawar murah. Kalau tidak dijual, ikannya busuk. Akhirnya terpaksa dijual," ujarnya.

Baca juga: Desa Warloka Pesisir Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Manggarai Barat NTT

Ia mencontohkan pengalamannya saat mengunjungi Kupang. Ketika itu, satu ember ikan kembung seberat sekitar tiga hingga empat kilogram dijual hanya Rp 20.000 karena nelayan tidak memiliki tempat penyimpanan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi balai lelang, pabrik es berbahan air laut, fasilitas pembekuan, serta cold storage berkapasitas sekitar 10 ton.

Dengan fasilitas tersebut, nelayan dapat menyimpan hasil tangkapan ketika harga ikan sedang rendah dan menjualnya kembali saat harga membaik.

"Kalau ditawar murah, tidak usah dijual. Simpan dulu di cold storage atau dibekukan. Jadi nelayan punya daya tawar," kata Zulkifli.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Singgah Labuan Bajo Agustus 2026, KM Binaiya dan KM Tilongkabila Layani Rute Bima

Selain menyediakan fasilitas penyimpanan, pemerintah juga membentuk Koperasi Nelayan Merah Putih yang akan membeli hasil tangkapan nelayan dan memasarkannya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan berbagai program pemerintah.

Menurut Zulkifli, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang 2026. Jumlah itu akan bertambah menjadi 1.000 kampung lagi pada 2027, dengan target jangka panjang mencapai 5.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.