230 Kios di Pasar Sepinggan Balikpapan Ludes Terbakar, Tangis Siti Rahma tak Terbendung: Habis Semua
Christoper Desmawangga August 01, 2026 05:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Siti Rahma tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan kobaran api melalap lapak sayurnya di Pasar Sepinggan, Balikpapan, Jumat (31/7/2026) pagi. 

Ia hanya sempat menyelamatkan beberapa keranjang dagangan sebelum si jago merah menghanguskan kios yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Nasib serupa dialami ratusan pedagang lain setelah kebakaran menghanguskan sedikitnya 230 petak kios di pasar tersebut.

Baca juga: Fakta Lengkap Kebakaran Pasar Sepinggan Balikpapan Hari Ini: 230 Petak Kios Terbakar, Nasib Pedagang

Peristiwa yang menjadi salah satu kebakaran pasar terbesar di Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir itu menghanguskan sedikitnya 230 petak kios dan menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Api diduga mulai muncul sekitar pukul 07.00 Wita dari salah satu kios penjual bakso di dalam kompleks pasar.

Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke lapak-lapak lain yang sebagian besar berbahan kayu.

Area penjualan ikan, ayam, sayur, bumbu dapur, hingga sembako menjadi lokasi yang mengalami kerusakan paling parah.

Bahkan, api sempat merembet ke sebuah ruko tiga lantai serta bagian gedung utama pasar.

Kepulan asap hitam membumbung tinggi hingga terlihat dari berbagai penjuru kota.

Suasana pasar berubah menjadi kepanikan.

Ratusan pedagang berlarian menyelamatkan barang dagangan yang masih sempat diangkut ke tepi jalan.

Baca juga: Fakta-fakta Kebakaran Pasar Sepinggan Balikpapan Hari Ini, Ratusan Kios Hangus, Pedagang Nangis

Sebagian lainnya hanya bisa menyaksikan tempat usaha yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan mereka berubah menjadi puing-puing.

"Api datang cepat sekali. Saya cuma sempat mengangkat beberapa keranjang sayur, sisanya habis semua. Modal puluhan juta rupiah hilang begitu saja," ujar Siti Rahma (46), pedagang sayur yang menjadi salah satu korban.

Di tengah proses pemadaman, suasana semakin mencekam setelah terdengar belasan kali ledakan yang diduga berasal dari tabung gas elpiji milik pedagang.

Meski demikian, petugas tetap bertahan mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke permukiman warga di sekitar pasar.

Puluhan armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Selain armada BPBD Kota Balikpapan, proses pemadaman juga mendapat bantuan tiga unit water cannon milik Brimob Polda Kalimantan Timur dan Sabhara Polresta Balikpapan, serta dukungan personel TNI, Polri, Pertamina, relawan, dan berbagai unsur lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 06.50 Wita.

Seluruh personel langsung diterjunkan mengingat sebagian besar bangunan pasar menggunakan material yang mudah terbakar.

"Kami menerima informasi sekitar pukul enam lewat bahwa terjadi kebakaran di Pasar Sepinggan. Karena sebagian bangunan pasar berbahan kayu, seluruh unit dari berbagai sektor langsung kami kerahkan, dibantu TNI, Polri, Pertamina, dan unsur lainnya," ujarnya.

Menurut Usman, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala.

Banyak pedagang berupaya menyelamatkan barang dagangan sehingga akses kendaraan pemadam menjadi terbatas.

Selain itu, kondisi jalan yang sempit dan banyaknya kabel listrik yang melintang turut memperlambat penanganan.

"Kendalanya masyarakat berusaha menyelamatkan barang dagangannya, ditambah akses masuk yang cukup sempit dan banyak kabel melintang sehingga menyulitkan proses pemadaman," jelasnya.

Setelah berjibaku selama hampir tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.55 Wita.

Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

"Hingga proses pemadaman selesai, fokus kami memastikan api benar-benar padam dan situasi aman. Setelah itu kami melakukan pendataan bersama instansi terkait terhadap kios yang terdampak maupun kebutuhan para korban," katanya.

Hingga pukul 13.00 Wita, pendataan sementara BPBD mencatat sekitar 230 petak kios terdampak kebakaran.

Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses verifikasi di lapangan masih terus dilakukan.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat ratusan kios beserta barang dagangan di dalamnya hangus terbakar.

Salah seorang saksi mata, Amran, mengaku pertama kali melihat kepulan asap dari salah satu kios sebelum api membesar dengan sangat cepat.

"Tadi itu muncul asap dari situ, penjual bakso. Tidak lama kemudian apinya cepat membesar," ujarnya. 

Pedagang ayam potong, Ahmad Fauzi (39), juga kehilangan seluruh dagangan beserta peralatan usahanya.

"Saya baru buka jualan, tiba-tiba orang-orang teriak kebakaran. Begitu saya kembali ke kios, api sudah besar. Semua habis, kulkas, timbangan, ayam dagangan, tidak ada yang tersisa," tuturnya.

Sementara itu, Nurhayati (52), pedagang bumbu dapur, berharap pemerintah dapat segera membantu para korban agar bisa kembali berjualan.

"Ini satu-satunya sumber penghasilan keluarga. Sekarang tidak tahu harus mulai dari mana lagi. Semoga ada perhatian untuk kami para pedagang yang menjadi korban," katanya.

Pedagang lainnya, Windia, mengaku hanya bisa pasrah melihat lapaknya dilalap api.

"Kita pasrah saja. Bagaimanapun caranya, mudah-mudahan apinya segera padam," ujarnya.

Pemerintah Kota Balikpapan bersama BPBD kini memprioritaskan pendataan terhadap para pedagang terdampak sekaligus menyiapkan langkah penanganan lanjutan.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran setelah lokasi dinyatakan aman.

Pemkot Siapkan TPS

Kebakaran yang melanda Pasar Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Jumat (31/7/2026) pagi, menghanguskan sedikitnya enam kios dan memaksa pemerintah menyiapkan langkah darurat bagi pedagang terdampak.

Selain menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait penyebab kebakaran, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan juga mulai menyusun skema penanganan pascakebakaran, mulai dari pembersihan lokasi, pembangunan tempat penampungan sementara (TPS), hingga menyiapkan revitalisasi pasar yang telah berusia puluhan tahun.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik.

Informasi itu diperoleh dari keterangan sejumlah pedagang yang mengaku melihat percikan api muncul dari meteran listrik sebelum api membesar.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil investigasi kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

"Kami masih melakukan investigasi. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan BPBD untuk dikonsultasikan kepada kepolisian terkait apa sebenarnya penyebab utama terjadinya kebakaran di Pasar Sepinggan," ujarnya.

Haemusri juga menyoroti minimnya fasilitas keselamatan kebakaran di kawasan pasar.

Saat insiden terjadi, tidak tersedia alat pemadam api ringan (APAR) sehingga api dengan cepat membesar dan merembet ke kios lainnya.

"Dari aspek keamanan tidak ditemukan APAR untuk melakukan penanganan awal. Akibatnya pedagang panik dan api tidak bisa segera dikuasai hingga merembet ke beberapa petak kios," katanya.

Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya enam kios mengalami kerusakan berat.

Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah karena petugas masih melakukan pendataan di lapangan.

Di sisi lain, perhatian pemerintah kini tertuju pada nasib para pedagang yang kehilangan tempat usaha.

Haemusri mengungkapkan, laporan telah disampaikan kepada Wali Kota Balikpapan dan langkah pertama yang akan dilakukan adalah membersihkan lokasi bekas kebakaran bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Baca juga: Hasil Pendataan Sementara 230 Petak Kios Hangus saat Kebakaran di Pasar Sepinggan Balikpapan

Setelah lokasi bersih, pemerintah akan membangun tempat penampungan sementara bagi pedagang yang benar-benar terdampak kebakaran.

Disdag akan mendata jumlah pedagang yang aktif berjualan sebagai dasar penentuan kebutuhan TPS.

"Yang dibuatkan tempat sementara hanya pedagang yang terdampak. Nanti akan didata lagi berapa pedagang yang benar-benar aktif berjualan di lokasi itu," kata Haemusri.

Haemusri memperkirakan pembangunan TPS membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

Selama proses tersebut, pedagang diminta bersabar dan sementara waktu memanfaatkan pelataran maupun lahan kosong di kawasan pasar untuk tetap berjualan.

"Pembangunan TPS bisa memakan waktu sekitar satu bulan. Harapan kami pedagang bersabar. Untuk sementara masih bisa berjualan di pelataran pasar atau memanfaatkan lahan kosong yang ada karena kondisinya memang darurat," ujarnya.

Baca juga: Usai Kebakaran Disdag Balikpapan Siapkan Tempat Penampungan Sementara Bagi Pedagang Pasar Sepinggan

Tak hanya penanganan darurat, kebakaran ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat rencana revitalisasi Pasar Sepinggan yang telah berdiri sejak era 1970-an.

Menurut Haemusri, dokumen Detail Engineering Design (DED) sebenarnya sudah tersedia, namun masih perlu ditinjau kembali dan dilengkapi dengan proses perizinan serta administrasi sebelum diusulkan untuk dibangun.

"DED sudah ada, tetapi perlu direview kembali, kemudian dilengkapi proses perizinan dan administrasinya. Kalau semuanya sudah lengkap baru kami usulkan untuk revitalisasi. Saat ini masih sebatas rencana, tetapi pasar ini memang perlu direvitalisasi," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.