BANJARMASINPOST.CO.ID - Tertahannya jemaah umrah asal Kalsel di Kota Jeddah, Arab Saudi dan tertundanya keberangkatan jemaah asal kabupaten HST mendapat perhatian serius dari Forum Komunikasi Penyelenggara Travel Umrah dan Haji (FK Patuh).
Ketua FK Patuh, H Saridi Salimin, mengatakan, sangat disayangkan masih ada kasus seperti itu di Kalsel. “Hal ini akibat ketidaksiapan travel memberangkatkan calon jemaah umrah, seperti belum tersedianya tiket pesawat, visa, hotel dan lain sebagainya,” jelasnya.
Kendala yang dialami oleh travel tersebut berdasar hasil investigasi, menurut Saridi karena pengelola travel umrah mengalami kerugian akibat naiknya harga tiket pesawat dan hotel akibat perang Iran - Amerika Serikat.
Baca juga: Puluhan Jemaah Umrah Asal Kalsel Tak Bisa Pulang, Owner Syakira Tour : Visa Telat Terbit
Sedangkan mengurus visa umrah saat ini menurut dia baik-baik saja, asalkan prosedur dijalankan dengan baik. “So far fine-fine saja. Tidaklah begitu sulit untuk mendapatkan visa umrah, asalkan kita jauh-jauh hari mengajukan ke provider atau syarikah. Saat ini untuk terbit visa, kita harus mempunyai bookingan hotel yang pasti untuk mendapatkan BRN (booking reference number) dari aplikasi Nusuk (dari Arab Saudi, Red), tiket Pesawat Terbang PP,” katanya.
Dia berharap, masyarakat lebih jeli memilih travel umrah yang baik, amanah dan punya standar pelayanan minimal, dengan memperhatikan Enam Pasti. “Pastikan travelnya berizin resmi. Pastikan jadwal keberangkatannya. Pastikan penerbangannya. Pastikan hotelnya. Pastikan visanya. Pastikan tour leader-nya bersertifikat BNSP,” tandas Saridi. (banjarmasinpost.co.id/salmah)