POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Persaingan memperebutkan gelar juara pada ajang Kejuaraan Bola Voli Antar Desa se-Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Tahun 2026 kini semakin memuncak.
Sejak dibuka resmi oleh Wabup Beltim, Khairil Anwar pada 15 Juli lalu, turnamen ini akhirnya telah menentukan empat tim terbaik yang berhak melaju ke partai puncak.
Hal tersebut didapat setelah usainya laga semifinal yang berlangsung di Lapangan Voli Outdoor Dispora Beltim, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Jumat (31/7/2026).
Pada kategori putra, dominasi ditunjukkan oleh tim voli Desa Lalang yang menjadi desa pertama pemegang tiket final usai menundukkan perlawanan Desa Buding.
Meski sapu bersih tiga set langsung (3-0), laga tetap berjalan dramatis dengan aksi saling kejar poin yang ketat di sepanjang pertandingan.
Sementara di lapangan sebelah, pertarungan sektor putri menyajikan duel antara Desa Cendil melawan Desa Mempaya.
Melalui permainan yang solid, tim putri Desa Cendil akhirnya berhasil mengunci kemenangan 3-1 sekaligus mengamankan satu tempat di laga puncak.
Keseruan pun terus berlanjut. Kali ini euforia berasal dari sesi pertandingan kedua.
Pada kategori putra, tim voli Desa Nyuruk menyusul Desa Lalang ke partai final usai menumbangkan tim Desa Simpang Pesak lewat skor telak 3-0.
Sedangkan tiket final terakhir di kategori putri berhasil diraih oleh tim Desa Buding yang tampil perkasa menaklukkan Desa Sukamandi dengan skor 3-0.
Keberhasilan menembus partai final disambut suka cita oleh para pemain. Satu di antaranya adalah pemain tim putra Desa Lalang, Jujun Wijaya.
Jujun bersyukur serta optimis timnya mampu menyempurnakan rentetan hasil positif tersebut dengan merengkuh piala bergilir di laga puncak nanti.
"Alhamdulillah, hari ini kami senang bisa masuk final. Semoga ke depannya lebih baik lagi dan kami bisa menjadi juara," ujar Jujun, Jumat (31/7/2026).
Jujun mengakui, Desa Buding sempat memberikan perlawanan merepotkan melalui pertahanan yang sangat rapat serta memanfaatkan kelalaian timnya.
"Yang paling berat dari Desa Buding adalah pertahanannya yang kuat. Kami juga sempat banyak melakukan kesalahan sendiri," ucapnya.
Akan tetapi, beberapa kesalahan teknis di semifinal tidak menyurutkan mental bertanding Desa Lalang untuk menghadapi siapa pun di partai puncak.
"Siapa pun lawan di final nanti kami siap. Kami percaya diri menghadapi pertandingan final," tegas Jujun.
Di sisi lain, rasa gembira juga dirasakan oleh pemain Desa Nyuruk, Ferdi Agustian. Ferdi seolah tak menyangka timnya sanggup menembus babak final.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Rasanya tidak percaya kami bisa menang dan masuk partai final," ungkap Ferdi.
Ferdi mengaku sangat antusias sekaligus tertantang untuk berhadapan dengan Desa Lalang yang dinilainya memiliki jajaran pemain berpengalaman. Selain itu, Desa Lalang juga digadang-gadang merupakan tim unggulan di turnamen ini.
"Saya senang bisa bertemu Desa Lalang di final karena mereka juga juara Liga Desa," katanya.
Oleh sebab itu, Ferdi menekankan bahwa tim Desa Nyuruk tidak akan gentar dan siap membuktikan kualitas terbaik mereka melalui persiapan matang sebelum laga puncak.
"Namun, saya yakin dengan tim kami. Kami akan terus berlatih dan menjaga kekompakan agar bisa memberikan penampilan terbaik di final," ujarnya.
Dengan berakhirnya babak semifinal, persaingan menuju gelar juara kini tinggal menyisakan partai final yang pastinya menarik.
Desa Lalang akan berhadapan dengan Desa Nyuruk pada kategori putra, sedangkan Desa Cendil menghadapi Desa Buding di kategori putri. Mereka dijadwalkan untuk bertanding pada Selasa (4/8/2026) mendatang. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)