Dikbud Kepahiang Prihatin, 13 Kilometer Akses Jalan ke SDN 07 Muara Kemumu Masih Tanah
Ricky Jenihansen August 01, 2026 11:54 AM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kepahiang, Nining Fawely Pasju, mengaku prihatin terhadap kondisi akses jalan menuju SD Negeri 07 Muara Kemumu di Desa Damar Kencana, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Diketahui, akses utama menuju sekolah tersebut masih berupa jalan tanah sepanjang sekitar 13 kilometer dari Desa Cinto Mandi menuju Desa Damar Kencana.

Saat musim hujan, jalan berubah menjadi licin dan berlumpur sehingga menyulitkan perjalanan.

Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, debu tebal beterbangan mengiringi langkah para siswa menuju sekolah.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat peserta didik untuk menimba ilmu.

Mayoritas siswa tinggal di Desa Damar Kencana.

Karena tidak tersedia angkutan umum dan kondisi jalan sulit dilalui kendaraan, sebagian besar siswa memilih berjalan kaki setiap hari.

Sebagian siswa menempuh jarak sekitar satu hingga dua kilometer dari rumah menuju sekolah.

Ada pula yang tinggal di sekitar kawasan ladang dekat sekolah.

Nining mengungkapkan rasa prihatin atas apa yang dialami peserta didik Kabupaten Kepahiang yang berjuang hendak ke sekolah.

"Melihat kondisi itu pastinya menyedihkan dan miris karena di era digitalisasi ini masih ada peserta didik kita yang mengalami hal tersebut," ucap Nining saat diwawancarai pada Jumat (31/7/2026).

Kondisi Akses Jalan

Kondisi akses jalan menuju SD Negeri 07 Muara Kemumu sebelumnya juga disampaikan Kepala SD Negeri 07 Muara Kemumu, Sinar Kumala.

Ia mengatakan, selama empat tahun memimpin sekolah tersebut, akses jalan menuju sekolah masih berupa jalan tanah sepanjang sekitar 13 kilometer dari Desa Cinto Mandi menuju Desa Damar Kencana.

"Iya, akses jalan ke sekolah kami masih tanah. Akses jalan tanah itu sekitar 13 kilometer, terhitung dari Desa Cinto Mandi menuju sekolah yang berada di Desa Damar Kencana," ucap Sinar Kumala pada Jumat (31/7/2026).

Menurut Sinar, mayoritas peserta didik tinggal di Desa Damar Kencana.

Karena tidak tersedia angkutan umum dan kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan tertentu, banyak siswa memilih berjalan kaki menuju sekolah setiap hari.

"Anak-anak yang bersekolah di SD 07 itu banyak yang tinggal di Desa Damar Kencana, jadi umumnya siswa berjalan kaki menuju sekolah. Sebagian menempuh jarak satu hingga dua kilometer, ada juga beberapa yang tinggal di dekat ladang sekitar sekolah," terang Sinar.

Akses Jalan Jadi Kendala

Nining juga mengungkapkan akses jalan tersebut menjadi kendala pihaknya dalam melakukan perbaikan fasilitas sekolah.

"Untuk prasarana di sana memang belum lengkap, kita sudah berusaha untuk melakukan perbaikan namun dengan kondisi akses yang tidak memungkinkan sehingga untuk menuju kesana kesulitan," jelas Nining.

Saat ini SD Negeri 07 Muara Kemumu memiliki 34 siswa.

Pada tahun ajaran baru, sekolah tersebut hanya menerima satu peserta didik baru.

Di tengah keterbatasan akses, sekolah juga masih menghadapi minimnya sarana pendukung.

Selain itu, akses jaringan telekomunikasi belum sepenuhnya dapat mendukung proses pembelajaran.

"Sinyal di sana ada, tapi tidak begitu bagus dan sarana prasarana sekolah juga masih kurang maksimal," tutur Sinar.

Menurut Nining, persoalan akses jalan menuju SD Negeri 07 Muara Kemumu sudah berlangsung cukup lama.

Karena itu, ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut dapat lebih baik.

"Kondisi itu juga sudah terjadi lumayan lama dan kita sangat berharap ada perhatian dan aksi nyata dari pemerintah untuk membuka akses jalan bagi peserta didik kita," harap Nining.

Sementara itu, Sinar berharap pembangunan akses jalan dapat segera direalisasikan karena bukan sekadar mempermudah perjalanan menuju sekolah, tetapi juga membuka akses pendidikan, memudahkan distribusi kebutuhan sekolah, serta memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan pedalaman.

"Kami berharap pemerintah bisa menyelesaikan akses jalan itu. Paling tidak dilakukan pengerasan jalan sehingga perjalanan menuju sekolah menjadi lebih lancar," harap Sinar.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.