Kebakaran Lahan di Nagan Raya Meluas hingga 132 Hektare, Pemadaman Terkendala Cuaca Ekstrem
Muliadi Gani August 01, 2026 11:54 AM

 

PROHABA.CO, NAGAN RAYA - Kebakaran lahan di Kabupaten Nagan Raya, terus meluas seiring cuaca panas dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

Hingga Jumat (31/7/2026), luas lahan yang terbakar dilaporkan telah mencapai lebih dari 132 hektare, sementara upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang telah bekerja selama lebih dari dua pekan.

Kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat serta areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan kelapa sawit yang berada di Desa Pulo Kruet dan Desa Kayeu Uno, Kecamatan Darul Makmur.

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta Manggala Agni Kementerian Kehutanan terus berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke area lainnya.

Namun, proses pemadaman menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Baca juga: Kebakaran Lahan di Nagan Raya Kian Parah Capai 132 Hentare, Api Masih Sulit Dipadamkan

Lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran sehingga petugas hanya mengandalkan mesin pompa portabel dan selang air yang disambungkan dari saluran air di sekitar lokasi.

Selain medan yang sulit, keterbatasan sumber air, angin kencang, dan belum turunnya hujan turut memperparah kondisi.

Petugas bahkan harus berjalan kaki beberapa kilometer untuk mencapai titik-titik api yang berada di area terdalam.

Ketua Tim Manggala Agni Sumatera I Sibolangit, Zulham Mubrianto, mengatakan hingga saat ini proses pemadaman masih terus berlangsung bersama BPBD dan unsur terkait.

"Pemadaman masih terus dilakukan.

Baca juga: Rumah Semi Permanen di Aceh Barat Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

Hujan juga belum turun, sementara angin kencang membuat api terus menjalar sehingga kebakaran semakin meluas," kata Zulham saat dikonfirmasi, Jumat sore.

Ia menambahkan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Nagan Raya terus dilakukan secara berjenjang dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Pihaknya berharap hujan segera turun agar proses pemadaman lebih efektif dan kebakaran dapat segera dikendalikan.

Sementara itu, hingga kini penyebab pasti kebakaran belum diketahui.

Masyarakat setempat berharap aparat penegak hukum bersama tim penindakan Kementerian Kehutanan dapat mengusut tuntas penyebab kebakaran yang terus berulang di kawasan tersebut.

Warga juga meminta adanya langkah pencegahan yang lebih serius agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, mengingat kebakaran lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan dampak terhadap kualitas udara di wilayah sekitar.
 
 Baca juga: Kebakaran Lahan 10 Hektare di Bukit Radar Aceh Besar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Baca juga: Lahan Seluas 7 Ribu Meter Persegi di Muara Dua Lhokseumawe Terbakar Jelang Magrib

Baca juga: Mualem Bentuk Tim Khusus Usut Kelangkaan Semen dan BBM di Aceh

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.