Daftar 32 Kabupaten Kota di Jateng yang Bulan Agustus Ini Masuk Pucak musim Kkemarau
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut daftar 32 kabupaten dan kota di Jawa tengah (Jateng) yang diprediksi memasuki mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
Daftar tersebut sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG memprediksi, puncak musim kemarau di Jateng mulai bulan ini mencapai 83,3 persen.
Kondisi tersebut perlu diketahui oleh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, beraktivitas di luar ruangan, bertani, berkebun, maupun berwisata.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Minggu 2Agustus 2026 Besok, Hujan di Tujuh Kabupaten Kota
Merujuk Buletin Prediksi Musim Kemarau 2026, puncak musim kemarau sudah terjadi di wilayah Jateng sejak Juli 2026 yang mencakup 14,8 persen zona musim (ZOM).
Cakupan wilayah yang memasuki musim kemarau semakin meluas pada Agustus sebesar 83,3 persen.
Sementara itu, periode akhir musim kemarau di Jateng diprediksi terjadi pada September 2026 di 1,9 persen ZOM.
Khusus wilayah yang diprediksi memasuki puncak kemarau pada Agustus 2026, berikut daftarnya:
Untuk diketahui, awal musim kemarau 2026 di Jateng secara umum diprediksi terjadi pada Mei 2026.
Namun, sejumlah wilayah sudah memasuki musim kemarau sejak April Dasarian I, sedangkan wilayah paling akhir diprediksi baru mengalami awal musim kemarau pada Juni dasarian II.
Rinciannya, sebanyak 11 ZOM atau 20,4 persen wilayah memasuki musim kemarau pada April 2026, sebanyak 36 ZOM atau 66,7 persen pada Mei 2026, dan 7 ZOM atau 12,9 persen pada Juni 2026.
Dari sisi sifat hujan, musim kemarau 2026 di Jateng umumnya diprediksi berada pada kategori bawah normal hingga normal.
Sebanyak 50 ZOM atau 92,6 persen wilayah diprediksi mengalami sifat hujan bawah normal, sedangkan 4 ZOM atau 7,4 persen wilayah berada dalam kategori normal.
Jika dibandingkan dengan kondisi rata-rata, awal musim kemarau 2026 di Jawa Tengah umumnya diprediksi datang lebih awal hingga sama dengan kondisi normal.
Sebanyak 28 ZOM atau 51,8 persen wilayah mengalami awal musim kemarau lebih maju, satu ZOM atau 1,9 persen lebih lambat, dan 25 ZOM atau 46,3 persen sesuai rata-rata.
Sementara itu, puncak musim kemarau 2026 paling banyak diprediksi terjadi pada Agustus dengan jumlah 45 ZOM atau 83,3 persen.
Adapun delapan ZOM atau 14,8 persen wilayah diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 dan satu ZOM atau 1,9 persen pada September 2026.
Jika dibandingkan dengan rata-ratanya, puncak musim kemarau 2026 di Jateng umumnya berada dalam kondisi sama dengan pola normal.
Sebanyak 43 ZOM atau 79,6 persen wilayah diprediksi memiliki waktu puncak yang sama dengan rata-rata, 10 ZOM atau 18,5 persen lebih maju, dan satu ZOM atau 1,9 persen lebih lambat.
Durasi musim kemarau 2026 di Jateng secara umum diprediksi berlangsung selama 16 hingga 18 dasarian atau sekitar lima sampai enam bulan.
Sebanyak 19 ZOM atau 35,2 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau selama 16-18 dasarian.
Kemudian 18 ZOM atau 33,3 persen wilayah mengalami durasi 19-21 dasarian, lima ZOM atau 9,3 persen selama 22-24 dasarian, dan satu ZOM atau 1,9 persen selama 25-27 dasarian.
Sementara tujuh ZOM atau 12,9 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau selama 10-12 dasarian dan empat ZOM atau 7,4 persen selama 13-15 dasarian.
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, durasi musim kemarau 2026 di Jateng umumnya diprediksi lebih panjang.
Sebanyak 49 ZOM atau 90,7 persen wilayah mengalami kemarau lebih panjang dari normal, dua ZOM atau 3,7 persen lebih pendek, dan tiga ZOM atau 5,6 persen memiliki durasi yang sama dengan kondisi normal. (Kompas.com))