Pemkab Bangka Selatan Gandeng UT, Mahasiswa Disiapkan Dampingi Sekolah Kekurangan Guru
Fitriadi August 01, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menyiapkan langkah baru untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga pendidik dengan menggandeng Universitas Terbuka (UT).

Kerja sama tersebut membuka peluang bagi mahasiswa UT menjalani program magang di sekolah-sekolah yang membutuhkan pendampingan guru.

Program ini menjadi solusi sementara untuk mendukung proses pembelajaran sembari menunggu pemenuhan kebutuhan guru melalui rekrutmen aparatur sipil negara (ASN).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, bilang kerja sama dengan Universitas Terbuka diawali melalui penjajakan agar mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan dapat melaksanakan magang di sekolah yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.

Selain memberikan pengalaman praktik di lapangan, kehadiran mahasiswa dapat membantu sekolah yang sedang mengalami kekurangan tenaga pendidik. Namun, mahasiswa yang terlibat tidak akan menggantikan posisi guru, melainkan hanya mendampingi proses pembelajaran.

“Supaya pengalaman juga dapat, kemudian bisa mendampingi sekolah yang kekurangan guru. Tapi ini bukan sebagai guru pengganti, hanya sebagai magang ataupun pendamping guru,” kata Anshori kepada Bangkapos.com, Sabtu (1/8/2026).

Anshori membeberkan, kerja sama tersebut semakin konkret setelah Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Terbuka, yang dilanjutkan dengan kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT.

Dari hasil pembahasan, Universitas Terbuka memiliki Program Peluru yang memberi kesempatan mahasiswa terjun langsung ke lapangan melalui kegiatan pembelajaran di sekolah.

Program itu juga memungkinkan aktivitas magang dikonversikan menjadi mata kuliah bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Ia menjelaskan skema konversi mata kuliah diperkirakan berlaku bagi mahasiswa pada semester lima atau enam sesuai ketentuan Universitas Terbuka.

Sementara mahasiswa pada semester lainnya tetap dapat mengikuti program magang, meski tanpa memperoleh konversi mata kuliah.

Dinas Pendidikan akan berkomunikasi dengan mahasiswa beserta orangtua karena keikutsertaan dalam program tersebut bersifat sukarela.

“Nanti kami akan dikomunikasikan kepada mahasiswa dan juga orang tuanya, apakah berkenan untuk membantu kami yang saat ini sedang kekurangan tenaga pendidik,” jelas Anshori.

Adapun mahasiswa yang mengikuti program itu nantinya bertugas mendampingi guru serta berbagi pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan kepada peserta didik.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Universitas Terbuka, sekitar 15 mahasiswa diperkirakan memenuhi syarat untuk mengikuti program magang yang disertai konversi mata kuliah.

Mahasiswa lainnya tetap bisa mengikuti magang sesuai ketentuan kampus, namun tanpa mendapatkan konversi akademik.

Di sisi lain, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Selatan terkait rencana penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dalam waktu dekat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah negeri.

Menurut Anshori, rekrutmen guru tetap diperlukan mengingat jumlah tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun setiap tahun terus bertambah.

“Langkah lain juga sudah kami koordinasikan dengan pihak BKPSDMD, dalam waktu dekat akan ada penerimaan CPNS,” ungkapnya.

Saat ini kebutuhan guru kelas di Bangka Selatan masih tergolong tinggi, terutama untuk jenjang Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Pada tahun ini sekitar 50 guru memasuki masa pensiun, sementara kekurangan guru kelas diperkirakan mencapai sekitar 30 orang. Karena itu, kolaborasi dengan Universitas Terbuka diharapkan mampu membantu menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar hingga kebutuhan guru dapat dipenuhi secara bertahap.

“Sebenarnya kekurangan guru kelas kita lumayan banyak. Tahun ini juga yang pensiun sekitar 50-an, kemudian untuk guru kelas tingkat PGSD sendiri kekurangannya sekitar 30-an,” pungkas Anshori. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.