Veda Juga Alami, Ramadhipa Ungkap Keterbatasan Bukan Alasan Bisa sampai Jadi Pembalap Dunia
Wahid Fahrur Annas August 01, 2026 12:33 PM

FIM MOTOJUNIOR
Pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team, Muhammad Kiandra Ramadhipa, merayakan kemenangannya bersama tim dalam balapan Moto3 Junior di Sirkuit Estoril, Portugal, 14 Juni 2026.

BOLASPORT.COM - Dua talenta pembalap Indonesia yang baru yakni Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa mampu menembus persaingan ajang balap motor Kejuaraan Dunia.

Veda sudah naik ke ajang Kejuaraan Dunia Moto3, sementara Ramadhipa juga sudah tampil pada level juniornya yakni Moto3 Junior dan Red Bull Rookies Cup.

Veda dan Ramadhipa datang dari daerah yang sama dengan berasal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keduanya mampu melawan keterbatasan, terutama fasilitas yang sebenarnya belum cukup dikatakan layak.

Diketahui, Yogyakarta tidak memiliki sirkuit permanen untuk menunjang potensi mereka.

Solusinya, halaman Stadion Mandala Krida di pusat Kota Yogyakarta disulap menjadi sirkuit dadakan dengan modal ban-ban bekas.

Veda bahkan memulai latihan motor hanya di sebuah area Pasar Hewan Siyono Harjo di Gunungkidul, Yogyakarta.

Opsi lain, Ramadhipa mengaku harus pergi ke Boyolali untuk berlatih dan mendapatkan perasaan yang bagus di sirkuit permanen.

Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terdapat lintasan yang lebih baik dengan letaknya tepat di pinggir jalan raya Boyolali-Solo.

"Saya kalau latihan di Jogja bagus, tapi kita gak punya sirkuit permanen, jadi kita ke Boyolali atau latihan terdekat di Stadion Mandala atau ke tempat Veda di Gunungkidul," kata Ramadhipa kepada awak media, termasuk BolaSport.com.

Namun, hal itu mematahkan semangat bagi pembalap asal Sleman, Yogyakarta itu untuk berlatih.

Ramadhipa mengatakan bahwa terpenting adalah dirinya bisa mengendarai motor.

"Menurut saya cukup memenuhi, fasilitas gak terlalu penting. Mau di sirkuit mana pun yang penting bisa naik motor," ucapnya.

"Selain itu saya ada latihan fisik, sepeda, gym, dan kardio," ujar Ramadhipa.

Veda dan Ramadhipa juga memulai karier balapnya dari tingkat Nasional, Asia, hingga Dunia.

Veda memulai debutnya pada tahun 2019 dengan mengikuti ajang One Prix.

Dia sudah membalap sejak usia 10 tahun menggunakan motor bebek kopling 150 cc.

Veda kemudian naik tingkat ke Asia Talent Cup, Asia Road Racing Championship kemudian Red Bull Rookies Cup, JuniorGP hingga ke Moto3.

Ramadhipa mengungkapkan perbedaan antara ajang balap nasional dan Dunia.

"Perbedaannya cukup jauh karena balapan nasional mungkin ketat, tetapi di Moto3 junior semuanya rata, pembalap Spanyol kuat semua," ucap Ramadhipa lagi.

"Menurut saya levelnya lebih tinggi, lebih merata."

"Tahun lalu ada Brian (Uriarte), Hakim Danish, ada Veda yang levelnya satu tingkat di atas yang lain."

"Musim ini levelnya sama rata dan lebih sengit," ujar Ramadhipa.

 



 

 
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.