Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnol Welianto
TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Dalam rangka upaya memperkuat sistem perlindungan anak dari tingkat desa, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka yang merupakan Istri Bupati Sikka bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas P2KBP3A Kabupaten Sikka menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Anak untuk di tujuh desa yakni Namangkewa, Kopong, Seusina, Baomekot, Hewokloang,Kajowair dan Hoder, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Yayasan FREN (Flores Children Development), dengan focus pada 7 Desa yang merupakan desa binaan FREN.
Adapun Fokus utama dari kegiatan ini adalah membangun kesadaran, kepedulian, dan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak.
Elemen utama yang sangat dekat dengan Masyarakat desa yaitu Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) untuk itu Ny. Fista Sambuari Kago selaku Ketua TP PKK Kabupaten Sikka berharap kolaborasi dan sinergi ini dapat diperkuat dalam pemenuhan haka nak yaitu adanya perlindungan yang menyeluruh.
Baca juga: Pertamina Turunkan Harga Pertamax Series Mulai 1 Agustus 2026, Ini Daftar Harga Terbarunya
Kegiatan ini dihadiri juga oleh Plt. Kepala Dinas DP2KBP3A Bapak Germanus Goleng, Kepala UPTD PPA, Pengurus TP PKK Kabupaten Sikka, Project Manager FREN, serta perangkat desa, kader PATBM, tokoh adat, hingga kelompok remaja.
“Kita semua ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat kita, terutama anak-anak. Alangkah baiknya, kolaborasi ini dilakukan dengan budaya gotong royong. Semoga ada implementasi nyata yang bisa dihadirkan sebagai bagian dari komitmen kita pada hari ini,” tutur Istri Bupati Sikka Ny. Fista Sambuari Kago
Melalui kegiatan ini juga Pemerintah Kabupaten Sikka menunjukkan kesungguhannya dalam menciptakan Kabupaten Layak Anak, dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari solusi. Karena perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.(AWK)