Sikap tegas itu disampaikan Billar setelah kembali menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Didampingi kuasa hukumnya, aktor tersebut datang untuk memberikan keterangan tambahan kepada penyidik terkait laporan yang sebelumnya telah dibuat.
Baca juga: Harga BBM Pertamina Terbaru se- Indonesia Per 1 Agustus 2026, Pertamax Cs Turun
Usai pemeriksaan, Billar menegaskan dirinya tidak ingin kembali mengambil langkah damai seperti yang pernah dilakukan dalam kasus serupa.
Ia bahkan menyatakan tidak akan lagi memberikan maaf kepada pihak yang diduga menyebarkan informasi palsu mengenai dirinya dan keluarganya.
Billar mengungkapkan, sebelumnya ia pernah menghadapi persoalan serupa ketika seseorang mengaku sebagai karyawannya.
Dalam kasus tersebut, pihak yang bersangkutan sempat dipanggil dan hampir ditetapkan sebagai tersangka. Namun, proses tersebut akhirnya tidak dilanjutkan setelah dilakukan mediasi.
Billar mengaku saat itu memilih untuk memaafkan karena merasa tidak tega.
Namun, untuk kasus yang terjadi kali ini, ia memilih mengambil sikap berbeda.
"Dulu orang Aceh mengaku sebagai karyawan saya, udah sempat dipanggil dan hampir jadi tersangka. Cuma setelah mediasi, saya kan 'nggak tegaan' orangnya ya, akhirnya memutuskan dilepaskan saja. Tapi untuk kali ini, kita sepakat melanjutkan karena ingin menimbulkan efek jera," ujar Rizky Billar usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (31/7/2026).
Keputusan Billar untuk melanjutkan perkara tersebut bukan tanpa alasan.
Ia mengatakan kabar bohong yang beredar telah memberikan dampak terhadap nama baik dan citranya.
Tak hanya itu, isu tersebut juga disebut mengganggu ketenangan keluarganya.
Billar mengaku sejumlah anggota keluarga dari luar daerah bahkan sempat menghubunginya untuk menanyakan kebenaran kabar yang beredar.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat aktivitasnya ikut terganggu.
"Yang pasti berpengaruh terhadap image dan nama baik. Banyak keluarga dari jauh menanyakan hal-hal yang sesuai dengan narasi pembuat hoaks ini. Aktivitas saya jadi ikut terganggu," tutur pria berusia 31 tahun tersebut.
Kini, Billar menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada penyidik kepolisian.
Ia berharap langkah yang ditempuhnya dapat memberikan pelajaran kepada masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membuat maupun menyebarkan informasi di media sosial.
"Ini lebih kepada efek jera saja, supaya ke depannya kita harap orang-orang lebih hati-hati dalam memberikan unggahan di sosial media dan tidak menyebarkan narasi yang belum tentu benar," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Billar juga mengungkap dukungan dari istrinya, Lesti Kejora.
Billar mengatakan, Lesti sempat mengingatkan dirinya agar tidak kembali mengambil keputusan untuk memaafkan pihak yang telah dilaporkan setelah proses hukum berjalan.
Menurut Billar, sang istri meminta dirinya konsisten dengan keputusan yang telah diambil.
"Kalau istri saya support 'Tapi ingat, jangan sampai nggak tegaan lagi, kalau sekali melangkah ambil langkah tegas, yaudah jalan terus'," ungkap Billar.
Ucapan Lesti tersebut membuat Billar semakin yakin untuk meneruskan laporan yang telah dibuatnya.
Ia tidak ingin kembali mengalami situasi serupa setelah sebelumnya memilih menyelesaikan perkara dengan cara damai.
"Ya itu yang membuat saya semakin yakin untuk melanjutkan proses," ujarnya.
Billar juga mengaku telah mendapat teguran dari Lesti karena sebelumnya pernah mengambil langkah hukum, tetapi kemudian memilih melepaskan pihak yang dilaporkan.
"Ya itu saya ditegur sama istri saya 'Ayo dong jangan sampai udah capek tenaga, mengorbankan banyak hal, begitu udah ketangkep akhirnya nglepasin, harusnya kalau sekali ngambil langkah tegas jangan dilepas lagi'."
"Ya Ini kan juga memberikan syok terapi efek jera, dan lebih ke pembelajaran juga," ucapnya.
Sebelumnya, Billar telah melaporkan enam akun media sosial yang diduga menyebarkan informasi bohong mengenai dirinya.
Isu tersebut juga menyeret nama Asila Maisa, putri presenter Ramzi.
Presenter Ramzi sebelumnya turut memberikan tanggapan terkait langkah hukum yang diambil Billar.
Hal itu berkaitan dengan kabar bohong yang beredar di media sosial dan menyeret nama putrinya.
Dalam narasi yang beredar, Billar dituding memiliki hubungan khusus dengan Asila Maisa hingga disebut memiliki anak dari perempuan tersebut.
Ramzi menilai keputusan Billar membawa persoalan tersebut ke jalur hukum merupakan langkah yang tepat.
"Ya sudahlah, udah waktunya itu Billar, apa melaporkan itu," kata Ramzi di kawasan Jakarta Pusat, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (3/7/2026).
Ramzi juga menyayangkan banyaknya komentar negatif yang muncul di media sosial.
"Ah, sosial media tempat sampah itu. Sampah bagi orang-orang yang enggak punya pikiran," ucap Ramzi.
Meski demikian, ia menilai media sosial tetap dapat digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif apabila dimanfaatkan dengan baik.
"Tapi kalau bagi orang-orang yang bisa berpikir baik, ya itu bisa menjadi wasilah perantara kebaikan," lanjutnya.
Ketika ditanya alasan dirinya tidak ikut melaporkan pihak yang diduga menyebarkan isu tersebut, Ramzi memberikan jawaban singkat.
"Ujung-ujungnya minta maaf," ujar Ramzi.
Adapun laporan yang dibuat Billar berkaitan dengan sejumlah narasi negatif yang menyebut dirinya berselingkuh, memiliki anak dari perempuan lain, hingga dikabarkan akan menceraikan Lesti Kejora. (*)