TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Bangunan ruang kelas jauh SD DDI Toppong, Dusun Seppong Batu, Desa Landi Kannusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), yang nyaris ambruk segera diperbaiki, Sabtu (1/8/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Polman Arifin Yambas bersama jajarannya turun langsung meninjau lokasi pada Jumat (31/7/2026).
Baca juga: Miris, Siswa SD DDI Toppong Polman Belajar di Bangunan Kayu Hampir Ambruk dengan Lantai Tanah
Kedatangan mereka untuk melihat kondisi bangunan sekaligus memastikan keamanan para murid yang selama ini memanfaatkan bangunan tersebut sebagai tempat belajar.
“Hari ini kami bawa kepala bidang sarana, bawa kasi sarana SD untuk bagaimana bisa membantu sarana ini agar bisa ditempati belajar dengan baik. Karena memang layak dibantu,” kata Arifin.
Arifin mengatakan, Bupati Polman Samsul Mahmud telah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendidikan di daerah ini berada dalam kondisi baik.
Instruksi tersebut tidak hanya menyangkut bangunan sekolah, tetapi juga memastikan anak-anak di wilayah terpencil tetap mendapatkan hak pendidikan, termasuk memperhatikan kondisi guru dan kepala sekolah.
“Bupati menginstruksikan untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana sekolah, memastikan anak-anak belajar dengan baik, keadaan guru, keadaan kepala sekolah,” ungkapnya.
Terkait langkah konkret pemerintah dalam mengatasi persoalan kelas jauh SD DDI Toppong, Arifin berharap bangunan lama tersebut tidak sekadar direhabilitasi.
Menurutnya, kondisi bangunan yang sudah terlalu rusak membuat pembangunan ruang kelas baru menjadi pilihan yang lebih tepat.
Terlebih, lokasi kelas jauh tersebut berdiri di atas tanah yang telah dihibahkan oleh warga.
Meski begitu, Arifin belum dapat memastikan kapan proses pembangunan tersebut akan dilakukan.
Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin turut membantu pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
“Kalau kita lihat, kalau direhab salah-salah, jadi sekalian pembangunan gedung baru saja. Apalagi sudah jelas statusnya tanah, pihak yang punya lokasi ini sudah menghibahkan,” ucap Arifin.
Arifin juga memastikan SD DDI Toppong tetap berpeluang mendapatkan bantuan pembangunan dari pemerintah meski berstatus sekolah swasta.
Apalagi sekolah tersebut telah tercatat dalam sistem pendidikan nasional, terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
Bangunan kelas tersebut berukuran sekitar 3x5 meter dan terbagi menjadi dua ruangan.
Namun, satu ruangan sudah tidak lagi digunakan karena kondisinya rusak parah.
Sementara satu ruangan lainnya masih dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar.
Tiang dan dinding bangunan terbuat dari kayu, sedangkan bagian atap menggunakan seng.
Lantai ruangan masih berupa tanah dan kerap becek saat musim hujan.
Sejumlah bagian dinding dan tiang juga telah rusak hingga terlepas akibat papan serta balok kayu yang lapuk dimakan usia.
Kondisi bangunan yang memprihatinkan itu membuat murid terpaksa belajar di ruangan yang jauh dari kata layak.
Selain itu, fasilitas pembelajaran di sekolah tersebut juga masih sangat terbatas. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli