Bupati Polman Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem, Damkar Siaga Hadapi Karhutla dan Kekeringan
Nurhadi Hasbi August 01, 2026 12:48 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan puncak musim kemarau.

Bupati Polman H. Samsul Mahmud menerbitkan imbauan peringatan dini untuk mengantisipasi kebakaran pemukiman dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat akibat fenomena El Nino.

Melalui imbauan tersebut, jajaran UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Polman diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Baca juga: Damkar Polman Tangkap Ular Sanca Kembang di Taman Alun-Alun Polewali

Baca juga: Hadapi Kekeringan Akibat El Nino, BPBD Pasangkayu Siapkan 1.000 Liter Air Bersih per Tangki

Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, S.IP., M.M., mengatakan seluruh personel dan armada saat ini disiagakan untuk merespons berbagai kejadian selama musim kemarau.

"Menindaklanjuti imbauan peringatan dini Karhutla dari Bapak Bupati H. Samsul Mahmud, seluruh jajaran personel dan armada UPTD Damkar Polman kami siagakan dalam posisi siaga penuh 24 jam," kata Imran, dikutip dalam rilis yang diterima Tribun-Sulbar.com, Sabtu (1/8/2026).

Damkar Polman Tangani Kebakaran Lahan hingga Evakuasi Satwa Liar

Imran menjelaskan, penanganan Damkar Polman tidak hanya berfokus pada pemadaman kebakaran lahan.

Petugas juga melakukan berbagai operasi penyelamatan, mulai dari evakuasi satwa liar hingga membantu pengairan lahan pertanian warga yang terdampak kekeringan.

Salah satu kejadian kebakaran terjadi di area belakang Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Polman, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Jumat (31/7/2026).

Kebakaran tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Api kemudian merambat dan membakar tumpukan kayu, rumput kering, serta ban bekas akibat kondisi cuaca kering dan angin kencang.

Regu A Pos Induk Polewali langsung bergerak setelah menerima laporan.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.29 Wita dan berhasil memadamkan api tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Selain itu, Damkar Polman juga menangani kebakaran lahan di sekitar Pesantren Jareqjeq, Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Sabtu (1/8/2026) dini hari.

Kebakaran seluas sekitar 200 meter persegi tersebut diduga berasal dari sisa pembakaran lahan warga yang tidak dipadamkan secara sempurna.

Petugas gabungan dari Posko Tinambung dan Posko Campalagian berhasil mengendalikan api sehingga tidak menjalar ke area pesantren.

Tidak hanya menangani kebakaran, Damkar Polman juga mengevakuasi seekor ular sanca kembang sepanjang sekitar satu meter yang ditemukan di kawasan Alun-Alun Polewali, Kelurahan Pekkabata.

Sebanyak delapan personel Regu A diterjunkan untuk melakukan evakuasi menggunakan peralatan khusus.

Ular tersebut berhasil diamankan dan selanjutnya akan dilepasliarkan ke habitat yang aman.

Imbauan Bupati Cegah Kebakaran dan Kekeringan

Bupati Polman H. Samsul Mahmud sebelumnya menerbitkan Surat Imbauan Peringatan Dini Kebakaran Pemukiman dan Karhutla Nomor B-125/300.2.3/BPBD/VII/2026 tertanggal 28 Juli 2026.

Imbauan tersebut mengacu pada prediksi BMKG terkait fenomena El Nino dan rendahnya curah hujan pada periode Juli hingga September 2026.

Dalam imbauannya, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Warga juga diminta tidak membakar sampah tanpa pengawasan, memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Selain mengantisipasi kebakaran, Damkar Polman juga membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

Petugas melakukan penyiraman darurat terhadap lahan pertanian warga di Desa Rappang Barat, Kecamatan Tapango, untuk menjaga tanaman padi dari ancaman gagal panen.

Penyiraman dilakukan secara bertahap oleh personel Damkar sejak 27 hingga 29 Juli 2026.

Imran mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya bencana selama musim kemarau.

"Kami kembali mengimbau seluruh masyarakat Polewali Mandar agar meningkatkan kewaspadaan di puncak musim kemarau ini. Hindari membakar sampah tanpa pengawasan dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar," tegasnya.

Ia meminta masyarakat segera melapor kepada petugas apabila menemukan kejadian kebakaran maupun membutuhkan bantuan evakuasi satwa liar.

"Kondisi cuaca kering dengan angin kencang dapat membuat api cepat menyebar. Karena itu, pencegahan harus dilakukan bersama," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.