Tak Sekadar Antar Penumpang, Mitra Ojek Online di Jogja Dibekali Teknik Berkendara Aman
Hari Susmayanti August 01, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Terminal Giwangan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan pelatihan keselamatan berkendara bagi mitra pengemudi ojek online.

Kegiatan yang digelar beberapa hari lalu ini merupakan bagian dari program nasional bertajuk 'Safer Roads, Stronger Communities' yang diselenggarakan Grab Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Pelatihan di Yogyakarta berlangsung secara hybrid dan terhubung dengan pusat kegiatan di Terminal Jatijajar, Depok, bersama peserta dari Surabaya dan Sidoarjo, Medan, serta Makassar.

Secara nasional, sebanyak 1.052 mitra pengemudi roda dua mengikuti program tersebut.

Di Terminal Giwangan, peserta mendapatkan materi mengenai keselamatan berlalu lintas, mulai dari pemahaman rambu, marka, dan isyarat jalan hingga teknik berkendara yang aman.

Pelatihan juga dilengkapi praktik pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum digunakan, penggunaan perlengkapan keselamatan, teknik defensive riding, teknik pengereman, serta kemampuan mengantisipasi potensi bahaya di jalan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan peningkatan keselamatan transportasi darat membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya berkendara yang aman dan tertib.

"Mewujudkan lalu lintas dan transportasi darat yang lebih aman membutuhkan pendekatan menyeluruh serta kolaborasi lintas sektor. Pelatihan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat budaya berkendara yang aman dan tertib," ujarnya.

Ia menambahkan, pembekalan kepada mitra pengemudi diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari hari sehingga turut meningkatkan keselamatan pengguna jalan secara keseluruhan.

Sekretaris Jenderal AISI Hari Budianto menilai pelatihan keselamatan menjadi kebutuhan bagi pengemudi transportasi daring yang setiap hari berhadapan dengan beragam kondisi lalu lintas.

"Mitra pengemudi memiliki tingkat mobilitas yang tinggi dan berhadapan langsung dengan beragam kondisi jalan setiap hari. Pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat kompetensi, disiplin, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas," katanya.

Baca juga: Tragedi Memilukan Ojek Kayu di Wonosobo, Terjun ke Jurang dan Tertimpa Kayu Mahoni

Selain sesi teori dan praktik, rangkaian kegiatan di Terminal Giwangan juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah Mitra Teladan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam menerapkan budaya berkendara yang aman.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan keselamatan menjadi fondasi penting dalam ekosistem transportasi berbasis aplikasi.

"Bagi Grab, keselamatan adalah fondasi kepercayaan yang menghubungkan mitra pengemudi, penumpang, dan masyarakat dalam setiap perjalanan. Jalan yang lebih aman membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas pengemudi," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Neneng juga menjelaskan penyempurnaan mekanisme pemrosesan komisi GrabBike Hemat yang mulai diterapkan per 1 Agustus 2026.

Menurutnya, perubahan tersebut hanya menyangkut waktu pemrosesan komisi yang kini dilakukan pada setiap perjalanan, sedangkan mekanisme perhitungan, batas maksimal komisi, serta ketentuan tarif tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

Melalui pelatihan tersebut, para mitra pengemudi diharapkan semakin siap menghadapi berbagai situasi di jalan sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas di Yogyakarta maupun daerah lain.(nto)
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.