TRIBUNWOW.COM - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi bahaya penyebaran kepemilikan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, apabila satu negara memiliki kemampuan tersebut, negara lain di kawasan berpotensi mengikuti langkah serupa sehingga meningkatkan risiko perlombaan persenjataan.
Prabowo mencontohkan isu kepemilikan senjata nuklir Iran yang dinilai dapat memicu negara-negara lain di Timur Tengah untuk mengembangkan kemampuan serupa.
"Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir," kata Prabowo.
Baca juga: Prabowo Diminta Presiden Korsel Kunjungi Korea Utara untuk Buka Dialog: Saya akan Berangkat
Selain menyoroti isu senjata nuklir, Prabowo juga menilai konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah dipengaruhi oleh perebutan sumber daya alam yang melimpah.
Menurut Prabowo, kawasan tersebut memiliki cadangan minyak, gas, dan mineral yang besar sehingga menjadi salah satu faktor yang memicu konflik berkepanjangan.
"Kenapa ribut di Timur Tengah? Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuk lah perang sudah ratusan tahun di situ," sambungnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menjelaskan pandangannya mengenai dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Ukraina dan kawasan Timur Tengah, serta pentingnya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. (*)