SRIPOKU.COM, PALEMBANG, SRIPOKU.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan Putra Putri Sriwijaya 2026 bukan sekadar ajang pemilihan duta wisata, tetapi menjadi representasi generasi muda yang bertugas mempromosikan budaya, pariwisata, dan berbagai potensi daerah hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra, saat Grand Final Pemilihan Putra Putri Sriwijaya 2026 yang digelar di Palembang, Jumat (31/7/2026) malam.
Menurut Edward, para pemenang memiliki tanggung jawab besar sebagai wajah Sumatera Selatan dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata kepada masyarakat luas.
"Putra Putri Sriwijaya 2026 harus menjadi wajah Sumsel. Harus siap mengemban amanah sebagai duta pariwisata, budaya Sumsel, dan berbagai potensi daerah kepada masyarakat luas," ujar Edward.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sumsel akan melibatkan Putra Putri Sriwijaya dalam berbagai agenda promosi daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami akan melibatkan mereka dalam setiap kegiatan, mulai dari Festival Sriwijaya, promosi wisata ke luar daerah, hingga pameran internasional," katanya.
Edward menilai Sumsel memiliki kekayaan budaya, adat istiadat, seni, kuliner, hingga destinasi wisata yang harus terus dipromosikan agar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kita harus menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi baru Sumsel," tegasnya.
Ia juga berpesan agar para pemenang memiliki integritas, wawasan global, jiwa kepemimpinan, memahami budaya lokal, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui berbagai inovasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Rudi Irawan, mengatakan ajang Putra Putri Sriwijaya 2026 diikuti 34 finalis dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel.
Menurutnya, pemilihan tersebut tidak hanya mencari sosok terbaik, tetapi juga generasi muda yang siap menjadi mitra pemerintah dalam mempromosikan daerah.
"Mereka akan menjadi mitra pemerintah dalam menjaga warisan budaya, memperkenalkan destinasi wisata, mengangkat ekonomi kreatif, mempromosikan wastra, kuliner, seni pertunjukan, dan membangun citra positif Sumsel melalui ruang digital," katanya.
Rudi menambahkan, promosi pariwisata saat ini harus mengikuti perkembangan era digital melalui konten yang kreatif, edukatif, dan inspiratif.
"Kami berharap Putra Putri Sriwijaya mampu menjadi storyteller, content creator, sekaligus cultural ambassador yang memperkenalkan pesona Sumsel kepada Indonesia bahkan dunia," ujarnya.
Ketua Pelaksana Putra Putri Sriwijaya 2026, Vita Sandra, mengatakan ajang tersebut diharapkan melahirkan agen perubahan yang mampu melestarikan budaya sekaligus memperkuat promosi pariwisata daerah.
"Kami berharap Putra Putri Sriwijaya menjadi agen-agen perubahan yang akan melestarikan kebudayaan dan mempromosikan pariwisata Sumsel menuju Sumsel Wonderful 2030," katanya.
Pada malam grand final, Fely Daffa dari Palembang 4 dinobatkan sebagai Putra Sriwijaya 2026, sedangkan Gesya Bilbina dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terpilih sebagai Putri Sriwijaya 2026.
Keduanya terpilih setelah melalui serangkaian penilaian dewan juri dan akan mengemban tugas sebagai duta budaya dan pariwisata Sumatera Selatan selama masa baktinya.