Diduga Keracunan Massa Usai Santap MBG di SMKN 6 Semarang
khoirul muzaki August 01, 2026 03:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kondisi kesehatan siswa SMKN 6 Semarang yang sebelumnya mengalami gejala diduga berkaitan dengan insiden program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan perbaikan.


Data terbaru dari pihak sekolah, kini tersisa satu siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.


Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra mengatakan, sebagian besar siswa yang sebelumnya menjalani perawatan di puskesmas maupun rumah sakit telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.


Tercatat, dari sebanyak 42 siswa dirawat di puskesmas maupun rumah sakit, tersisa satu yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.


"(Jumlah anak yang dirawat) Di puskesmas dan RS ada 42 anak."


"Masih terus kami hubungi orang tua.
Sementara data masuk 2 anak masih dirawat di RSWN" kata Berti dikonfirmasi Tribun Jateng, Sabtu (1/8/2026) pagi.


Berdasarkan pembaruan data terakhir dari pihak sekolah, jumlah siswa yang masih dirawat kembali berkurang menjadi satu orang. Siswa yang masih menjalani perawatan tersebut berasal dari kelas X Kuliner.


Berti juga menyampaikan, siswa kelas X Perhotelan yang sempat menjalani perawatan kini telah kembali ke rumah.


"Kelas X kuliner yang masih dirawat, X perhotelan dari pantauan data terakhir sudah pulang," sebutnya.


Menurut Berti, kondisi kesehatan para siswa secara umum terus membaik. Pihak sekolah bersama wali kelas masih melakukan pemantauan dengan menghubungi orang tua siswa satu per satu untuk memastikan perkembangan kesehatan mereka.


"Pada intinya hari ini sebagian besar murid kondisi kesehatannya mulai membaik. untuk update jumlahnya masih terus kami hubungi orang tua satu-satu melalui wali kelas sambil menanyakan kabar kesehatan murid," imbuhnya.


Sementara itu, berdasarkan pendataan sementara Dinas Kesehatan Kota Semarang sebelumnya, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru.

Baca juga: PSIS Agendakan Lima Laga Uji Coba Sebelum Melawan PSPS


Dari jumlah tersebut, sebagian sebagian besar mendapatkan penanganan langsung di lokasi, sedangkan lainnya dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut.


Satu di antara puskesmas, Puskesmas Halmahera Kota Semarang menyebut menerima pasien enam siswa.


Kepala UPTD Puskesmas Halmahera, dr Turi Setyawati mengatakan pasien yang sebelumnya menjalani perawatan akibat insiden tersebut telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.


"Sudah, sudah membaik sudah membaik jadi hari ini sudah kosong sudah tidak ada yang dirawat di Puskesmas Halmahera," ujarnya dikonfirmasi Tribun Jateng.

Ia menjelaskan, pada awalnya terdapat enam pasien yang menjalani perawatan di Puskesmas Halmahera. Seluruh pasien tersebut merupakan siswa.

"Ada enam."

"Siswa saja," ucapnya.

Menurutnya, keputusan memulangkan pasien diambil setelah seluruh keluhan yang dialami berangsur hilang. Saat menjalani observasi dan perawatan, para pasien sebelumnya mengalami berbagai gejala seperti diare, mual, dan lemas.

"Semuanya sudah tidak ada keluhan. Dia sudah tidak lemas.

Keluhan (kemarin) datang kan ada yang diare, ada yang mual, lemas," ungkapnya.

dr Turi menyebut para pasien dipulangkan secara bertahap sejak sore hingga setelah waktu Magrib atau pada Jumat (31/7) malam.

"Kemarin, tadi malam (yang terakhir) pulang sekitar habis magrib," bebernya.

Ia menambahkan, pasien mulai berdatangan ke puskesmas sekitar pukul 12.30 WIB. Namun, terdapat pula pasien yang baru datang pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB sehingga waktu observasi dan perawatannya berbeda-beda.

"Kan mulai masuk itu sekitar antara 12.30 ya Mbak, zuhur itu."

Sudah jumatan itu mereka masuk Puskesmas. Ada yang masuknya sore jam 17.00," imbuhnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.