Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Istri korban pembunuhan di Kelurahan Duyu berinisial N dikabarkan mengalami kondisi kritis.
Hal itu disebabkan adanya proses pemulihan yang dilanggar oleh pihak keluarga.
Menurut keterangan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara, AKBP dr. Judy Dermawan, pihak keluarga mengikuti kemauan pasien saat meminta makanan.
Padahal pihak rumah sakit menyarankan agar pasien N beristirahat sembari berpuasa untuk proses penyembuhan.
Permintaan puasa itu karena pasien masih harus menjalani operasi berulang kali untuk proses penyembuhan yang lebih optimal.
Baca juga: Imigrasi Palu Deportasi 4 WNA Sepanjang 2026 Akibat Melanggar Aturan Keimigrasian
"Kami sarankan untuk puasa, tetapi keluarga pasien memberikan makanan sehingga konidisinya kembali memburuk," katanya saat dikonfirmasi pada Sabtu (1/8/2026).
Pihak rumah sakit langsung memberikan teguran kepada keluarga pasien mengingat kondisi yang belum cukup pulih.
AKBP dr. Judy mengatakan pihaknya memanggil keluarga beserta penyidik untuk berkomunikasi agar tidak terjadi hal serupa.
"Akhirnya kita sidangkan tadi. Selang tersumbat akibat makanan yang masuk ke tubuh korban sehingga pihak RS akan melakukan operasi kembali," ujarnya.
Insiden itu kata dr. Judy mengakibatkan pihak RS harus melakukan operasi dada atau biasa disebut Toraks.
Sebelumnya dikabarkan, istri korban pembuuhan di cmasih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Palu sampai saat ini.
Baca juga: Madani Cup IX Jadi Ajang Cari Bibit Atlet, Smadani Palu Buka Peluang Rekrut Siswa Berbakat
Ia terbaring di ruang ICU dengan alat bantu pernapasan.
Wanita berusia 23 tahun itu dijaga oleh ayahnya, Saha dan juga sepupu bernama Marni.
Sepupu korban, Marni mengatakan bahwa N akan kembali ke kampung halamannya di Makassar setelah dinyatakan sembuh dan sehat oleh pihak RS.
"Kalau sudah sehat, mungkin balik ke kampungnya di Makassar," ungkapnya.
Sementara itu, suami N yang berusia 30 tahun dan anaknya yang masih 2 tahun itu telah dikuburkan di kampung halamannya atas permintaan keluarga.
Setelah dinyatakan meninggal, kata Marni, kedua korban langsung di bawa menggunakan Ambulance ke Barru. (*)