Momen saat Prabowo Pidato Bahas Nuklir Iran, Mendadak Mic Mati dan Siaran Langsung Dihentikan
Amalia Husnul A August 01, 2026 03:08 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Momen saat Presiden RI Prabowo Subianto berpidato membahas isu kepemilikan nuklir Iran ramai dibahas di media sosial (medsos).

Ketika itu, Prabowo menyebut soal dugaan kepemilikan senjata nuklir Iran, tiba-tiba mic mati dan siaran langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden itupun terhenti.

Peristiwa ini terjadi ketika Presiden Prabowo berpidato dalam pertemuan bersama jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Dari pantauan TribunKaltim.co di channel YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (1/8/2026) momen saat Prabowo berpidato di acara Kadin tersebut sudah tidak ada.

Baca juga: Daftar Kritik Usai Pidato Prabowo yang sebut Wartawan, Pengamat, hingga LSM Londo Ireng

Tidak ada bagian di mana Presiden Prabowo menyinggung soal nuklir Iran. 

Namun, potongan video saat siaran langsung pidato Presiden Prabowo tersebut ramai beredar di media sosial dan memicu beragam spekulasi.

Sempat Singgung Nuklir Iran

Dalam pidatonya di acara Kadin tersebut, Prabowo mengulas berbagai tantangan geopolitik global, khususnya meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Saat membahas perkembangan situasi di kawasan tersebut, Prabowo menyinggung informasi mengenai Iran yang disebut telah memiliki senjata nuklir.

Menurutnya, kondisi itu berpotensi memicu perlombaan pengembangan senjata nuklir di antara negara-negara lain di Timur Tengah.

"Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir.

Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirate (Uni Emirat Arab) juga ingin punya senjata nuklir, Qatar juga ingin punya senjata nuklir, Mesir juga ingin senjata nuklir," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Tak lama setelah pernyataan tersebut disampaikan, siaran langsung yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden mendadak terhenti.

Dalam potongan video yang kemudian viral di media sosial X, audio pidato juga terdengar terputus bersamaan dengan berhentinya tayangan.

Momen tersebut langsung menjadi perhatian warganet. 

Banyak pengguna media sosial mempertanyakan penyebab terhentinya siaran langsung tepat ketika Presiden membahas isu yang dinilai sensitif di tingkat internasional.

Video yang Ada Saat Ini

Berdasarkan penelusuran terhadap tayangan ulang di kanal YouTube Sekretariat Presiden, video kegiatan tersebut memang kembali tersedia.

Namun, bagian pidato yang memuat pernyataan mengenai Iran dan pembahasan potensi perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah tidak lagi ditemukan dalam rekaman yang diunggah.

Dalam pidato yang sama, Prabowo menegaskan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik global tidak hanya dipicu persoalan keamanan, tetapi juga berkaitan dengan perebutan sumber daya alam serta kepentingan strategis antarnegara.

Presiden juga mengingatkan bahwa praktik politik adu domba atau divide et impera masih menjadi strategi yang digunakan dalam percaturan politik internasional.

Karena itu, menurutnya, Indonesia harus terus memperkuat persatuan nasional sekaligus menjaga stabilitas di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah penghentian siaran terjadi akibat kendala teknis, keputusan editorial, atau faktor lainnya.

Baca juga: Daftar Pejabat yang Mundur di Era Prabowo, Pengamat Nilai Ada Dampak Positif bagi Demokrasi

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.