FIFA Mundur! Infantino Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia usai Dihujani Penolakan
Nurul Hayati August 01, 2026 03:22 PM

FIFA Mundur! Infantino Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia usai Dihujani Penolakan

SERAMBINEWS.COM – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi membatalkan rencana menjual sebagian kepemilikan bisnis Piala Dunia kepada investor swasta setelah menuai gelombang penolakan dari berbagai organisasi sepak bola dunia.

Keputusan tersebut menjadi pukulan besar bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang kini menghadapi tekanan terkait kepemimpinannya menyusul kontroversi proposal investasi tersebut.

Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera, Jumat (1/8/2026), FIFA sebelumnya berencana menjual sekitar 20 persen saham pada unit bisnis baru yang akan mengelola berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.

Melalui skema tersebut, FIFA menargetkan pendanaan hingga 4,2 miliar dolar Amerika Serikat dari investor eksternal.

Unit baru yang diberi tanggung jawab mengelola aset komersial FIFA itu diperkirakan memiliki nilai sekitar 20 miliar dolar AS.

Namun, hanya beberapa hari setelah diumumkan, rencana tersebut memicu penolakan luas dari berbagai konfederasi dan asosiasi sepak bola.

Baca juga: Perseteruan UEFA dan FIFA Memanas, Negara Eropa Ancam Boikot Piala Dunia

UEFA Menolak Keras Proposal FIFA

Penolakan paling keras datang dari UEFA yang menilai proposal tersebut disusun tanpa konsultasi yang memadai dengan para pemangku kepentingan sepak bola.

Dalam pernyataannya, UEFA menyebut langkah FIFA sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab karena menyusun proposal penting secara tertutup.

Bahkan, organisasi sepak bola Eropa itu menuding FIFA tengah menjual "jiwa sepak bola" kepada kepentingan bisnis.

Sebagai bentuk protes, UEFA memutuskan memboikot kompetisi FIFA.

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara FIFA dan UEFA semakin memanas.

Situasi ini kemudian mendorong FIFA mengevaluasi kembali rencana tersebut.

Baca juga: FIFA Memanas! Petinggi Eropa Siapkan Penantang Gianni Infantino, Presiden PSG Jadi Sorotan

Infantino Akhirnya Membatalkan Proposal

Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya mengumumkan bahwa proposal investasi swasta tersebut tidak akan dilanjutkan.

Menurut Infantino, setelah mendengarkan berbagai masukan dari asosiasi anggota, proyek tersebut justru menciptakan perpecahan yang bertentangan dengan tujuan awal FIFA.

Ia menegaskan bahwa misi utama FIFA adalah menyatukan dunia sepak bola, bukan memecah belahnya.

"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," kata Infantino dalam pernyataannya.

Ia menambahkan bahwa FIFA akan tetap berkomitmen menjaga persatuan dan mengembangkan sepak bola dunia melalui pendekatan yang lebih inklusif.

Sejumlah Pejabat FIFA Ikut Mengkritik

Kontroversi tersebut tidak hanya memicu kritik dari luar organisasi.

Sejumlah pejabat internal FIFA juga mulai menyampaikan ketidaksetujuannya.

Penasihat senior Gianni Infantino, Carlos Cordeiro, bahkan memilih mengundurkan diri.

Ia menyebut proposal penjualan saham sebagai kesepakatan yang buruk bagi masa depan sepak bola.

Sementara itu, Kepala Operasional FIFA Kevin Lamour mengaku para staf merasa telah "ditipu" oleh keputusan tersebut.

Menurutnya, proposal tersebut lebih mencerminkan proyek pribadi Infantino dibandingkan kebijakan organisasi.

Kritik juga datang dari Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.

Ia secara terbuka menyatakan bahwa Gianni Infantino bukan sosok yang tepat untuk memimpin FIFA.

Baca juga: FIFA Usul Jual Saham Piala Dunia, UEFA Murka Sebut Sepak Bola Bukan Barang Dagangan

Masa Depan Infantino Mulai Dipertanyakan

Kontroversi ini semakin memperbesar tekanan terhadap Gianni Infantino yang sebelumnya juga menuai sorotan karena dianggap memiliki hubungan terlalu dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Trump bahkan pernah mengungkapkan bahwa dirinya menghubungi Infantino terkait kartu merah yang diterima pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Setelah itu, hukuman skorsing pemain tersebut dibatalkan sehingga dapat kembali tampil membela tim nasional Amerika Serikat.

Di sisi lain, investor yang disebut akan memimpin pendanaan FIFA adalah Joshua Kushner, pendiri Thrive Capital.

Joshua merupakan saudara Jared Kushner, menantu Donald Trump.

Meski demikian, Trump membantah pernah membahas rencana investasi FIFA bersama Infantino.

Baca juga: FIFA Selidiki Kericuhan Final Piala Dunia, Aksi Leandro Paredes terhadap Pemain Spanyol Jadi Sorotan

Calon Penantang Mulai Bermunculan

Dampak kontroversi tersebut juga memunculkan spekulasi mengenai masa depan kepemimpinan Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA.

Infantino sebelumnya berencana mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat hingga 2031.

Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung di Maroko pada 18 Maret 2027.

Namun, sejumlah tokoh sepak bola mulai disebut-sebut berpotensi menjadi penantangnya.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung Infantino, juga ikut mengkritik proposal tersebut.

Dalam pernyataannya, AFC meminta FIFA segera meninjau ulang sistem tata kelola dan mekanisme pengambilan keputusan di dalam organisasi.

Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa menyebut langkah FIFA sama sekali tidak dapat diterima karena dinilai mengabaikan prinsip transparansi dan solidaritas dalam sepak bola.

Selain itu, Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Victor Montagliani, juga mulai dikaitkan sebagai kandidat potensial untuk menantang Infantino pada pemilihan mendatang.

Hingga saat ini, batas waktu pendaftaran calon Presiden FIFA ditetapkan pada 18 November, sementara seluruh 211 asosiasi anggota FIFA akan menentukan pemimpin baru organisasi tersebut dalam kongres yang digelar di Maroko tahun depan.

Baca juga: Timnas Iran Menarik Diri dari Piala Dunia 2026, Presiden FIFA Angkat Bicara

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.