TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak seluruh masyarakat (Semeton Bali) untuk merayakan Hari Tumpek Krulut, hari kearifan lokal Bali yang bermakna hari kasih sayang (tresna asih), dengan menikmati sajian kuliner lokal secara gratis.
Program ini digelar serentak pada Sabtu 1 Agustus 2026 di 15 titik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pilihan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Bali, salah satunya di Kopi Jenar, Denpasar.
Sejak pagi hari, antusiasme warga Bali, khususnya kaum muda, terlihat membuncah memadati lokasi acara.
Salah seorang pembeli, Desi (38), warga asal Singaraja yang tinggal di Peguyangan, mengaku sengaja datang memboyong buah hatinya setelah mendapat informasi dari media sosial dan kerabatnya.
Baca juga: KUR BRI Dukung Pengembangan UMKM Produktif, Pembibitan Lele di Bali Tingkatkan Kapasitas Produksi
"Lebih mempermudah sih untuk masyarakat semuanya untuk minum kopi gratis. Sama pas Hari Kasih Sayang kan lebih banyak pemuda ke sini untuk ngopi santai-santai seperti itu," ujar Desi saat ditemui di sela-sela antrean pesanan Cappuccino Latte dan roti miliknya.
Bagi Desi, ini merupakan kali kedua dirinya memanfaatkan momen perayaan Tumpek Krulut untuk menikmati kopi gratis program pemerintah daerah tersebut.
Kepadatan pengunjung membuat pihak pengelola UMKM harus meracik kopi ekstra cepat.
Tim Kreatif Kopi Jenar, Wahyu Aryana (23), mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung pada perayaan Tumpek Krulut ini membuat operasional gerai berlangsung cukup sibuk dibanding hari biasa.
"Sebenarnya kalau kita dari persiapannya sih pasti harus lebih ekstra ya dari hari sebelumnya karena kan kita tahu banyak sekali memang setiap kali event kayak gini pasti ramai banget soalnya, jadi kita agak hektik sedikit kadang-kadang," kata Wahyu.
Wahyu membeberkan, jika pada hari normal Kopi Jenar rata-rata menghabiskan 7.000 cup, khusus pada momen perayaan Tumpek Krulut ini pesanan melonjak tajam hingga diperkirakan menembus angka 10.000 cup.
"Sekarang kalau saya kalau enggak salah oke udah di 7.000 udah. Dari tadi pagi sampai sekarang mungkin udah di 7.000 cup. Kalau untuk hari ini tuh kita dari segi kopi dan juga ada donat, ada roti manis itu kita free semua. Coffee non-coffee kita free," jelas Wahyu.
Adapun menu bestseller yang paling diburu pengunjung anak muda antara lain Kopi Vol.2, Americano, serta minuman non-coffee seperti Thai Tea dan Rosella Tea.
Wahyu menilai, kebijakan pemerintah merangkul UMKM dalam perayaan hari kearifan lokal ini memberi dampak ekonomi yang nyata, sekaligus menjadi wadah silaturahmi bagi para pekerja muda dan mahasiswa.
"Kalau untuk membantu UMKM dan dari segi ekonomi sangat membantu sekali karena banyak juga dari teman-teman semuanya di sini yang anak-anak kuliahan, teman-teman dari yang bekerja juga bisa mampir ngopi ke sini. Harapannya semoga misalkan nanti akan diadakan lagi dan kita di sini lagi dipilih lagi, semoga kita bisa improve sih dari Jenarnya, maksudnya bisa memberikan mungkin pelayanan lebih cepat ataupun nanti dari segi produk-produk yang kami sajikan supaya tetap konsisten meskipun ramai biar tetap kopinya enak," pungkasnya.