Ternyata Satpam Bawa Uang Linmas Sebelum Tewas di Waduk Jatiluhur, Pelaku Tak Sendiri, Punya Borgol
Ardhi Sanjaya August 01, 2026 08:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Motif hutang piutang menjadi dugaan dalam kasus satpam tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Diduga Sumarna (42) memiliki masalah keuangan hingga membuatkan tewas terbunuh.

Dugaan motif ekonomi pertama kali muncul dari cerita kepala desa pada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kades bercerita bahwa Sumarna menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) Linmas.

Ia dipercaya menyimpan Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP)  yang diperuntukan sebagai pengganti uang Siltap untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan anggota Linmas.

"Saya umumkan bahwa uang itu sudah dibayarkan. Uang pengganti BPJS Ketenagakerjaan itu sudah dibayarkan, tapi dititipkan ke kepalanya (Sumarna)," kata Kades ke Dedi Mulyadi.

Namun sampai ketika Sumarna ditemukan tewas terborgol, rupanya uang tersebut belum dibagikan ke anggota Linmas.

"Belum. Saya tahu belum itu begitu saya umumkan, mungkin teman-temannya itu mau ngambil ke pos, tapi ternyata gak ada," katanya.

Jumlah uang yang disimpan Sumarna sebesar Rp 1.050.000.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochman mengatakan motif tersebut memang menjadi salah satu hipotesa yang didalami polisi.

"Kami ada empat hipotesa, salah satunya memang di situ (uang). Kita dalami beberapa interaksi yang bersangkutan dengan beberapa pihak ini yang memungkinkan itu sebagai penyebab adanya pembunuhan. Ini masih kita dalami. Tetapi salah satu dari hipotesa itu masuk," katanya.

Berikut jejak sinyal handphone Sumarna :

  • 17.00 WIB pulang ke rumah dan istirahat, tidur sampai 19.20 WIB.
  • 20.00 WIB berangkat bekerja diantar oleh Siti Maryam
  • 21.00 WIB keluar dari pos. Sempat istrinya dan anaknya juga mengunjungi pos karena jarak tempuhnya kurang lebih 100 meter.
  • 23.00 WIB belum kembali, 
  • 23.30 WIB Linmas mengecek ke pos 
  • 02.00 WIB kembali ke pos dari lokasi yang berjarak 3,2 kilometer dari pos.

Baca juga: 5 Fakta Baru Kematian Satpam Sumarna, 27 CCTV di Waduk Jatiluhur hingga Gelagat Aneh Korban Disorot

Dari hasil penyelidikan sementara, borgol yang digunakan mengikat tangan bukan milik Sumarna.

Pasalnya kata Hendra, borgol milik Sumarna masih melekat di perlengkapan satpam miliknya.

"Salah satu fakta dikatakan borgol ini masih utuh yah, karena perlengkapan satpamnya tuh masih utuh," katanya.

Polisi menduga satpam tewas terborgol di Jatiluhur menggunakan borgol milik pelaku.

"Maka kita duga borgol yang digunakan pelaku ini bukan dari borgol korban, Berarti dari pelaku ini," katanya.

Baca juga: Update Kasus Satpam Waduk Jatiluhur: Korban Diduga Tewas Sebelum Dibuang, Polisi Ungkap Buktinya

Fakta lain yang diduga kuat yakni jumlah pelaku.

Kombes Pol Hendra Rochman mengatakan diduga kuat pelaku tidak seorang diri.

"Dari beberapa penelusuran kita, pelakunya tidak hanya satu," katanya.

Hasil otopsi sementara menemukan sejumlah luka di tubuh Sumarna.

Mulai dari leher, hingga wajah.

"Hasil otopsi ini masih fakta yang ditemukan nampak dari jenazah, memang ada memar otot di bagian belakang leher, sampai leher kiri dan kanan. Memar di bibir dan hidung korban," katanya.

Selain itu tidak ditemukan lumpur di tenggorokan korban.

Artinya korban bukan tewas karena tenggelam.

"Tenggorokan korban tidak ditemukan benda seperti lumpur dan pasir. Kematiannya itu sebelum yang bersangkutan tenggelam ini kondisinya masih hidup," katanya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.