Kemendag Ungkap Penyebab Harga Emas Kembali Turun
Idris Rusadi Putra August 01, 2026 08:30 PM

 

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan bahwa Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode pertama Agustus 2026 kembali mengalami pelemahan. Penurunan ini dipicu oleh menyusutnya angka permintaan terhadap logam mulia di tingkat global.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa merosotnya HPE dan HR emas tak lepas dari penguatan nilai tukar mata uang utama dunia serta naiknya imbal hasil (yield) obligasi di ranah internasional.

Selain itu, tingginya suku bunga acuan global juga memberikan tekanan tersendiri bagi pasar emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil berkala, keberadaan suku bunga tinggi mendorong sebagian besar investor mengalihkan modal mereka ke instrumen investasi lain yang menawarkan keuntungan dan risiko lebih terukur.

"Peralihan investasi tersebut berdampak langsung pada menurunnya permintaan emas di pasar global. Dengan pasokan emas dunia yang tetap memadai, situasi ini menciptakan tekanan yang memicu koreksi harga di pasar internasional," ujar Tommy dikutip dari Antara, Sabtu (1/8/2026).

Berdasarkan data terkini, HPE emas kini dipatok senilai US$ 130.921,50 per kilogram, turun 0,7% bila dibandingkan periode kedua Juli 2026 yang berada di angka US$ 131.839,51 per kilogram. Sejalan dengan hal tersebut, HR emas juga terkoreksi menjadi US$ 4.072,12 per troy ounce (t oz) dari posisi sebelumnya di level US$ 4.100,67 per t oz.

Secara akumulatif, nilai emas tercatat menyusut 0,7% sepanjang kurun waktu pengumpulan data. Kombinasi dari beragam dinamika pasar inilah yang akhirnya menekan pergerakan HPE dan HR emas pada periode I Agustus 2026.

Penetapan nilai HPE dan HR emas ini tertuang secara resmi dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1669 Tahun 2026 mengenai Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Regulasi tersebut efektif berlaku untuk kurun waktu 1 hingga 14 Agustus 2026.

Penentuan patokan harga ini disusun berdasarkan pertimbangan data teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada acuan pasar internasional, London Bullion Market Association (LBMA). Proses penetapannya pun melibatkan koordinasi erat lintas kementerian dan lembaga, mencakup Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Perindustrian.

Harga Emas Dunia Hari Ini

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)
Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Harga emas turun 2% pada Jumat, 31 Juli 2026. Lonjakan harga emas didorong dolar Amerika Serikat (AS) kembali bangkit dari level terendah dalam lebih dari satu bulan yang dicapai pada Kamis pekan ini. Akan tetapi, logam mulia ini tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan pertamanya dalam lima bulan terakhir, seiring data inflasi yang lebih lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS lebih lanjut.

Mengutip CNBC, Sabtu, (1/8/2026), harga emas spot turun 1,8% menjadi US$ 4.027,75 per ons, setelah sempat turun 2% di awal sesi. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,9% menjadi US$ 4.025,10.

Emas telah mencatat kenaikan 0,5% sepanjang Juli inI, kenaikan bulanan terbesar sejak Februari, saat konflik dengan Iran baru saja dimulai.

Kenaikan harga emas baru-baru ini terutama didorong oleh data inflasi yang lebih rendah, yang membuat para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada 2026. Selain itu, penurunan harga minyak kembali ke tingkat sebelum konflik Iran awal bulan ini.

"Meskipun emas hampir mengakhiri tren penurunan selama empat bulan berturut-turut, logam mulia ini kesulitan untuk mencatatkan kenaikan signifikan di atas level psikologis $4.000," kata Analis Bybit, Han Tan.

Harga logam ini tetap tertahan di atas level US$ 4.000 berkat ekspektasi Ketua The Fed, Kevin Warsh, mungkin akan memperluas fokus bank sentral melampaui ukuran inflasi dan kenaikan suku bunga yang biasa digunakan, tambah Tan.

Data pada Kamis menunjukkan inflasi AS melambat pada Juni, tetapi penurunan tersebut kemungkinan bersifat sementara karena kembali memanasnya konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak.

Pekan ini, Warsh menegaskan komitmen kuat untuk menurunkan inflasi tanpa memberikan sinyal kesiapan untuk menaikkan suku bunga.

Harga Emas Antam

Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam terpantau turun pada perdagangan Sabtu ini. Harga emas Antam hari ini lebih murah Rp 20.000

Mengutip laman resmi Logam Mulia, Sabtu (1/8/2026), harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.603.000 per gram. Pada Jumat kemarin, harga emas Antam dipatok di Rp 2.623.000 per gram.

Di sisi lain, harga buyback (beli kembali) emas Antam ikut turun tetapi dengan nilai lebih besar. Harga buyback emas Antam merosot Rp 30.000 menjadi Rp 2.368.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan harga acuan yang berlaku apabila pemilik emas ingin menjual kembali logam mulianya ke pihak Antam. Sementara itu, harga emas yang tercantum dalam rincian merupakan harga beli yang dibayarkan konsumen saat membeli emas dari Antam.

Adapun harga emas batangan ini bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.

Sebagai catatan historis, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026. Kala itu, harganya meroket hingga menembus Rp 3.168.000 per gram dengan harga buyback berada di level Rp 2.989.000 per gram.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.