Sensus Ekonomi 2026 di Lumajang Ungkap Kisah Juragan Tebu yang Jadi Relawan MBG Saat Menunggu Panen
Pipit Maulidya August 01, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lumajang tak hanya mencatat data pelaku usaha

 Badan Pusat Statistik (BPS) juga menemukan kisah unik dari seorang pengusaha tebu di Kecamatan Jatiroto yang memilih menjadi relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menunggu musim panen.

Temuan tersebut diperoleh saat capaian Sensus Ekonomi 2026 di Lumajang telah mencapai 72,38 persen.

Menurut BPS, fenomena itu menjadi gambaran bahwa satu orang dapat memiliki lebih dari satu sumber penghasilan.

"Jadi ada pengusaha tebu, tapi dia juga pegawai MBG jadi dia juga jadi buruh juga," ujar Kepala BPS Lumajang, Sonhaji, Sabtu (1/8/2026).

Sonhaji menjelaskan, keputusan pengusaha tebu tersebut bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan untuk memanfaatkan waktu luang sebelum masa panen tiba.

"Menarik ya, jadi menunggu itu bekerja dari pada dia ngangur dia bekerja di SPPG," ucapnya.

Dalam pendataan tersebut, petugas sensus mencatat seluruh sumber pendapatan yang dimiliki responden. Pendapatan sebagai pekerja MBG dihitung terpisah dengan hasil usaha perkebunan tebunya.

"Jadi dia sebutkan pendapatannya setiap minggu selama bekerja di SPPG. Tapi pendapatan dari tebu jauh lebih banyak, jadi kami data lahannya berapa hektar, berapa banyak tebu yang dihasilkan, pupuknya berapa dan buruh yang dikerjakan berapa," bebernya.

Baca juga: Dusun Bungur Ponorogo Mulai Dilanda Kekeringan, BPBD Jadwalkan Droping Air Bersih Rutin

Perkebunan Tebu Jadi Fokus Sensus Ekonomi di Lumajang

Selain kisah unik tersebut, BPS juga menaruh perhatian besar terhadap sektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang ekonomi Kabupaten Lumajang.

Pendataan dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai jumlah pelaku usaha pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas tebu.

"Harus tampak betul dalam sensus ekonomi, berapa petani kita, petani/pengusaha padi dan berapa jumlah pengusaha tebu. Ini jadi konsen kami," katanya.

Tak hanya sektor perkebunan, Sensus Ekonomi 2026 juga memetakan berbagai potensi usaha lain di Lumajang.

Salah satunya adalah aktivitas penggalian pasir di kawasan Pasirian dan Candipuro yang selama ini dikenal sebagai sentra pertambangan pasir.

"Terus juga kayunya, temasuk holtikultura juga harus tampak. Kami harus tahu berapa jumlah petani kelapa, petani durian, alpukat serta pisang Kirana," imbuhnya.

Melalui pendataan tersebut, BPS berharap potensi ekonomi di berbagai sektor dapat tergambar lebih lengkap sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.