Bupati Takalar Daeng Manye Dorong BUMDes Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa dan Investasi Daerah
Muh Hasim Arfah August 01, 2026 09:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan BUMDes harus menjadi penggerak utama ekonomi desa melalui inovasi dan kolaborasi.

Pernyataan itu disampaikan saat lelaki kelahiran Ujungpandang, Sulawesi Selatan, 12 Juli 1967 (59) ini menjadi narasumber Bimbingan Teknis Pengembangan dan Pengelolaan BUMDes se-Kabupaten Takalar.

Kegiatan berlangsung di W Three Premier Hotel Makassar by Swan Hospitality, Jalan Lagaligo Nomor 34, Kota Makassar, Kamis (31/7/2026).

Bimbingan teknis tersebut dimulai pukul 09.30 Wita dan berlangsung hingga menjelang dini hari dengan rangkaian materi, diskusi, serta penguatan kapasitas pengelola BUMDes.

Mantan  Presiden Direktur Telkom Property ini didampingi Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Takalar Muhammad Rusli selama penyampaian materi kepada peserta.

Moderator kegiatan adalah Kepala Desa Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan, Muh Aksin Suarso.

Peserta terdiri atas seluruh kepala desa, ketua BUMDes, serta seluruh camat se-Kabupaten Takalar.

Baca juga: DPRD Takalar Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Fraksi PKS Soroti Pergeseran Anggaran

Daeng Manye menilai pergerakan ekonomi tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran pemerintah.

Menurutnya, kreativitas dan keberanian pelaku usaha menjadi modal utama menggerakkan perekonomian desa.

Ia mencontohkan pentingnya penguatan UMKM melalui pelatihan kemasan dan pengembangan produk agar memiliki nilai tambah.

"Kita lakukan apa saja demi mendorong ekonomi agar tidak stagnan," ujar Daeng Manye.

Bupati juga mengungkapkan dirinya pernah mendatangi China untuk mengundang investor menanamkan modal di kawasan industri Takalar.

Menurutnya, upaya menarik investasi membutuhkan inovasi serta dukungan seluruh jajaran pemerintah daerah.

Ia mengingatkan pembangunan tidak akan berhasil apabila seluruh unsur pemerintahan tidak berada dalam satu barisan.

"Kalau satu barisan, ekonomi, pembangunan, dan perjuangan akan lebih mudah digerakkan," katanya.

Daeng Manye menegaskan pembangunan Takalar harus dimulai dari desa karena mayoritas penduduk tinggal di wilayah pedesaan.

Ia menyebut sekitar 60 hingga 70 persen masyarakat Takalar berada di desa sehingga kemajuan desa akan mempercepat kemajuan daerah.

Dalam pemaparannya, Daeng Manye juga menyinggung perubahan infrastruktur jalan yang kini semakin baik dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Ia menilai pembangunan fisik harus diiringi kepedulian seluruh elemen masyarakat agar perubahan terus berlanjut.

Bupati turut menjelaskan pemasangan umbul-umbul di jalan protokol sebagai bagian dari strategi membangun citra positif Kabupaten Takalar.

Menutup arahannya, Daeng Manye meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa terus mengawal setiap forum desa agar pengembangan BUMDes berjalan berkelanjutan.

"Saya ingin menggerakkan kehidupan desa. Karena 60 sampai 70 persen penduduk Takalar berada di desa. Kalau desa maju, otomatis Takalar juga akan maju." tutup Daeng Manye.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.