BATAM, TRIBUNBATAM.id - Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat Kesehatan dan Laboratorium (GAKESLAB) Provinsi Kepri menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) III Tahun 2026 di Ballroom Hotel Santika Batam, Sabtu (1/8/2026).
Dalam forum tersebut, Rita Maria Pardede resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua GAKESLAB Kepri periode 2026–2030.
Musprov yang dihadiri seluruh anggota GAKESLAB dari berbagai perusahaan alat kesehatan dan laboratorium di Kepri itu juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Ketua Umum GAKESLAB Indonesia, Raden Kartono Dwidjosewojo, berharap kepengurusan baru mampu memperbesar keanggotaan organisasi, sekaligus mendorong pertumbuhan industri alat kesehatan di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Batam.
Menurutnya, Batam memiliki peluang besar menjadi pusat industri alat kesehatan karena telah memiliki fasilitas bertaraf internasional yang tidak hanya melayani kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berpotensi menembus pasar ekspor.
"Kami berharap kepengurusan baru dapat menambah jumlah anggota GAKESLAB Kepri. Potensi industri alat kesehatan terus meningkat, apalagi Batam memiliki fasilitas yang mendukung hingga peluang ekspor ke luar negeri," ujarnya.
Ia mengatakan, asosiasi menjadi wadah penting bagi para pelaku usaha untuk saling berbagi informasi, memperkuat jaringan bisnis, hingga mencari solusi bersama di tengah tantangan ekonomi.
"Kalau kita bersatu dalam asosiasi ini tentu bisa saling melengkapi, baik dalam usaha maupun pemikiran. Tidak hanya fokus pada alat kesehatan, tetapi juga berbagai kebutuhan pendukung rumah sakit, baik pemerintah, swasta maupun klinik," katanya.
Saat ini GAKESLAB Indonesia telah hadir di 24 provinsi dengan sekitar 1.600 perusahaan anggota, yang terdiri dari pemegang izin edar, distributor, perusahaan penanaman modal asing (PMA), layanan purna jual hingga sekitar 260 perusahaan manufaktur alat kesehatan.
Meski demikian, Kartono menilai masih ada sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama terkait sistem pengadaan alat kesehatan yang dinilai terlalu tersentralisasi.
Menurutnya, kebijakan pengadaan yang seluruhnya dipusatkan membuat pelaku usaha daerah, khususnya distributor lokal, kehilangan ruang untuk berkembang.
"Distributor tetap memiliki peran penting karena merekalah yang menjangkau hingga daerah-daerah terpencil. Kami berharap pemerintah daerah juga memberikan ruang kepada distributor dan pabrikan lokal agar tetap mendapatkan porsi dalam pengadaan, minimal 30 persen sebagaimana semangat penggunaan produk dalam negeri," ujarnya.
Ketua GAKESLAB Kepri terpilih, Rita Maria Pardede, mengatakan setelah resmi terpilih dirinya bersama jajaran pengurus akan segera menyusun program kerja periode 2026–2030.
Ia memastikan berbagai program positif dari kepengurusan sebelumnya akan tetap dilanjutkan dengan sejumlah penyempurnaan.
"Program-program yang baik tentu akan kita lanjutkan, kemudian kita tambahkan dengan program yang lebih baik lagi untuk mendukung kemajuan organisasi," katanya.
Saat ini GAKESLAB Kepri memiliki 28 perusahaan anggota aktif dari total sekitar 39 perusahaan yang telah terdaftar.
Menurut Rita, fokus awal kepengurusannya adalah memperkuat organisasi dengan merangkul kembali perusahaan-perusahaan yang belum aktif agar terlibat dalam berbagai kegiatan asosiasi.
"Kami lebih mengutamakan kualitas keanggotaan. Yang belum aktif akan kami rangkul, kami cari tahu kendalanya, dan kami tunjukkan manfaat bergabung dalam organisasi, terutama terkait informasi regulasi dan pengembangan usaha," jelasnya.
Selain memperkuat organisasi, GAKESLAB Kepri juga akan mendorong agar perusahaan yang memiliki kantor, gudang, dan aktivitas usaha di Kepulauan Riau memperoleh prioritas dalam distribusi alat kesehatan di daerah.
Menurut Rita, keberadaan perusahaan lokal akan mempercepat ketersediaan stok alat kesehatan sekaligus memberikan kepastian pelayanan kepada rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
"Kami ingin perusahaan yang benar-benar hadir di Batam dan Kepri mendapat kesempatan. Karena kami memiliki gudang, stok barang, dan mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit dengan lebih cepat," katanya.
Ia menegaskan seluruh anggota GAKESLAB Kepri juga telah memenuhi berbagai ketentuan perizinan, termasuk sertifikasi Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) sehingga kualitas produk dan distribusi yang dilakukan sesuai regulasi pemerintah.
"Secara regulasi tidak ada kendala. Semua anggota kami memiliki perizinan dan sertifikasi yang lengkap sehingga alat kesehatan yang dipasarkan benar-benar layak digunakan masyarakat," ujarnya.
Rita menambahkan, organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam mendukung pelayanan kesehatan.
"Kami memang menjalankan usaha, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana alat kesehatan yang kami distribusikan dapat membantu rumah sakit memberikan pelayanan terbaik sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Yosei Susanti, mengapresiasi pelaksanaan Musprov III GAKESLAB Kepri dan berharap organisasi tersebut terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga mutu serta ketersediaan alat kesehatan.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat dibutuhkan seiring berkembangnya layanan kesehatan di Kepulauan Riau, termasuk pembangunan dan pengembangan rumah sakit di berbagai daerah.
Dengan meningkatnya fasilitas kesehatan, kebutuhan terhadap alat kesehatan yang berkualitas juga semakin besar sehingga diperlukan dukungan dari pelaku usaha yang profesional dan taat regulasi.
"Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap GAKESLAB terus menjadi mitra dalam menjaga ketersediaan dan mutu alat kesehatan demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," katanya.
(TribunBatam.id/bereslumbantobing)