Dapur SPPG Karangturi Dibekukan Setelah Puluhan Siswa SMKN 6 Semarang Keracunan
Daniel Ari Purnomo August 01, 2026 09:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi Semarang.

Kebijakan penutupan sementara ini menyusul mencuatnya dugaan peristiwa keracunan makanan yang menimpa sejumlah murid SMKN 6 Semarang.

Langkah penghentian operasional ditempuh guna menyokong proses pemeriksaan medis sekaligus mengutamakan keselamatan para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Dalami Dugaan SPPG Fiktif, Kejari Kudus Kumpulkan Data 78 Mitra MBG

Penghentian Sementara Operasional

Koordinator Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Hadi Riajaya, mengonfirmasi bahwa penutupan fasilitas dapur dilakukan setelah investigasi lintas sektor bergulir.

'Kemarin (Jumat-31/7) kami sudah melakukan investigasi lintas sektor yang melibatkan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Koordinator Regional Jawa Tengah, Koordinator Wilayah Kota Semarang, Koordinator Kecamatan Semarang, Babinsa, Kepolisian (Polrestabes), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang. Makanya dapur kami 'suspend' sementara karena buat kami di BGN, keselamatan penerima manfaat jadi yang utama dan prioritas', ungkapnya dalam keterangan, pada Sabtu (1/8/2026).

Hadi menegaskan institusinya bergerak cepat memantau perkembangan medis para pelajar terdampak serta mengurai secara mendalam kronologi kejadian.

"Kami bergerak cek kondisi penerima manfaat yang terdampak, yang dibawa ke Puskesmas sampai yang dilarikan ke Rumah Sakit untuk rawat inap. Sampai saat ini terus kita pantau dan evaluasi termasuk tahapan demi tahapan kronologisnya kami dalami," tambah Hadi.

Kronologi Pengolahan Makanan

Berdasarkan data pemeriksaan awal, pasokan bahan mentah berupa bumbu dapur, buah, daging ayam, tahu, dan sayuran tiba di SPPG Karangturi secara bertahap pada Rabu (29/7/2026) antara pukul 13.00 WIB hingga 17.30 WIB.

Bahan-bahan makanan yang baru datang tersebut langsung ditempatkan di dalam area gudang basah serta mesin pendingin.

Tahapan pengerjaan bahan dimulai pukul 18.55 WIB melalui pembersihan, pengukusan tahu, dan perendaman bumbu daging ayam selama satu jam sebelum digoreng sampai pukul 23.50 WIB.

Memasuki hari Kamis (30/7/2026), proses pembuatan masakan bumbu rendang, pengolahan tahu, dan penyiapan sayur dikerjakan sejak pukul 00.30 WIB.

Menu sajian lantas melewati pengujian organoleptik serta penimbangan gramasi oleh tenaga ahli gizi pada pukul 04.00 WIB sebelum dikemas rapi.

Makanan tersebut kemudian disalurkan ke sekolah sasaran dalam dua tahap pengiriman, yakni pukul 06.00 WIB dan pukul 08.10 WIB.

Pihak pengelola SPPG Karangturi baru memperoleh laporan resmi dari sekolah terkait munculnya simtom mual, muntah, dan diare pada Jumat (31/7/2026) sekira pukul 09.40 WIB.

Proses penyelidikan mendalam terus berjalan untuk memastikan penyebab utama kemunculan gangguan kesehatan massal tersebut.

BGN memastikan penghentian operasional fasilitas masaknya bertahan hingga seluruh tahapan investigasi rampung dan membuahkan rekomendasi resmi.

Kondisi Kesehatan Siswa

Perkembangan kondisi kesehatan para pelajar SMKN 6 Semarang yang sebelumnya sempat mengalami gejala keracunan dilaporkan menunjukkan tren membaik.

Hingga Sabtu (1/8/2026) siang, pembaruan data pihak sekolah mengonfirmasi tinggal satu murid yang masih menjalani rawat inap di rumah sakit.

Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra, menuturkan sebagian besar peserta didik yang sebelumnya mendapat penanganan di puskesmas maupun rumah sakit sudah diizinkan pulang.

Tercatat sebanyak 42 anak sempat mendapatkan perawatan intensif di fasilitas medis sebelum perlahan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.

"(Jumlah anak yang dirawat) Di puskesmas dan RS ada 42 anak."

"Masih terus kami hubungi orang tua. Sementara data masuk 2 anak masih dirawat di RSWN" kata Berti dikonfirmasi Tribun Jateng, Sabtu (1/8/2026) pagi.

Informasi pembaruan terkini mencatat jumlah pasien rawat inap susut menjadi satu pelajar yang berasal dari kelas X Kuliner.

Sementara itu, pelajar dari kelas X Perhotelan yang sebelumnya sempat dirawat medis dikabarkan telah kembali ke kediaman masing-masing.

"Kelas X kuliner yang masih dirawat, X perhotelan dari pantauan data terakhir sudah pulang," sebutnya.

Berti memastikan keadaan kesehatan murid secara umum berangsur pulih seiring pemantauan berkala yang dilakukan jajaran guru dan wali kelas.

"Pada intinya hari meupakan sebagian besar murid kondisi kesehatannya mulai membaik. untuk update jumlahnya masih terus kami hubungi orang tua satu-satu melalui wali kelas sambil menanyakan kabar kesehatan murid," imbuhnya.

Penanganan Medis Korban

Data inventarisir awal Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 707 jiwa mengalami simtom kesehatan, meliputi 693 pelajar dan 14 tenaga pengajar.

Sebagian besar korban memperoleh penanganan langsung di area sekolah, sedangkan sebagian lainnya dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu.

Fasilitas Puskesmas Halmahera Kota Semarang tercatat sempat menerima perawatan enam orang siswa.

Kepala UPTD Puskesmas Halmahera, dr Turi Setyawati, menginformasikan seluruh pasien siswa yang dirawat di lokasinya kini telah diperbolehkan pulang.

"Sudah, sudah membaik sudah membaik jadi hari ini sudah kosong sudah tidak ada yang dirawat di Puskesmas Halmahera," ujarnya dikonfirmasi Tribun Jateng.

Ia menegaskan bahwa seluruh pasien yang ditangani di Puskesmas Halmahera murni berasal dari kalangan pelajar sekolah.

"Ada enam."

"Siswa saja," ucapnya.

Pihak Puskesmas mengambil tindakan memulangkan pasien setelah seluruh keluhan medis mual, diare, dan kondisi lemas dinyatakan sirna.

"Semuanya sudah tidak ada keluhan. Dia sudah tidak lemas. Keluhan (kemarin) datang kan ada yang diare, ada yang mual, lemas," ungkapnya.

dr Turi menyampaikan kepulangan para pelajar dilakukan secara bertahap sejak kurun waktu sore hingga selepas ibadah Magrib pada Jumat (31/7/2026).

"Kemarin, tadi malam (yang terakhir) pulang sekitar habis magrib," bebernya.

Para pasien mulai berdatangan menuju puskesmas sejak pukul 12.30 WIB usai ibadah shalat Jumat hingga gelombang berikutnya pada pukul 17.00 WIB.

"Kan mulai masuk itu sekitar antara 12.30 ya Mbak, zuhur itu. Sudah jumatan itu mereka masuk Puskesmas. Ada yang masuknya sore jam 17.00," imbuhnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.