Renungan Harian Kristen 2 Agustus 2026- Kawan Sewarga dan Anggota Keluarga
Suci Rahayu PK August 01, 2026 09:11 PM

Renungan Harian Kristen 2 Agustus 2026- Kawan Sewarga dan Anggota Keluarga

Bacaan ayat: Efesus 2:19 (TB)  Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Dalam banyak budaya, ikatan keluarga menjadi ikatan relasi yang sangat kuat. Suku Anak Dalam membangun komunitas dalam ikatan keluarga.

Dibawah pimpinan seorang tumenggung, mereka membentuk sebuah komunitas dengan aturan yang ketat. 

Di China ada ungkapan yang menyatakan bahwa darah itu lebih kental dari air. Artinya hubungan keluarga itu lebih kuat daripada ikatan yang lain.

Suku Batak mengikatkan diri dalam marga. Suku Jawa punya semboyan, 'Mangan ora mangan agere kumpul' (makan atau tidak makan asal kumpul).

Menjadi hal yang autentik jika Paulus memakai metafora keluarga dalam memberikan penjelasan tentang keberadaan umat Allah.

Sebagai orang Yahudi yang masih kuat pahamnya, Paulus tahu persis bagaimana umat Tuhan diikat sebagai sebuah bangsa yang bermula pada ikatan keluarga. 

Menariknya, panggilan Tuhan pun bermula pada sebuah keluarga; Abraham, Ishak dan Yakub menjadi tiga generasi dalam ikatan keluarga yang dikemudian hari berubah menjadi besar sebagai sebuah bangsa dalam sejarah. 

Ikatan tersebut begitu kuatnya sehingga hampir - hampir tidak ada celah bagi pihak lain untuk masuk. 

Dan karya penyelamatan Allah hadir melalui mereka. Wajar jika ikatan tersebut masih kentara dalam kehidupan jemaat.

Pemisahan melalui keturunan dan tanda sunat begitu kuat, sehingga ketika menerima Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan, pun masih membawa cara paham tersebut. 

Jemaat yang mulai heterogen, dimana orang-orang dari bangsa lain mulai percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, bergabung dalam komunitas yang di Anthiokia disebut Kristen, muncul persoalan karena perbedaan latar belakang.

Bagi Paulus jemaat itu dapat dimetaforakan sebagai sebuah keluarga atau kawan sewarga karena Kristus. Sekarang kebangsaan tidak boleh lagi ada. Tanda sunat tidak boleh lagi tampil dimuka. Semua melebur dalam Yesus Kristus.

Ibarat sebuah bangunan, Yesus Kristus ialah batu penjuru; batu dimana segala hal dalam bangunan harus diukur berdasarkan Dia. 

Dengan terbangun dalam ikatan yang baru sebagai keluarga Allah, maka ikatan tersebut sangat kuat. Kerinduan untuk saling membangun perlu dikembangkan. 

Kepedulian tampil didepan dalam setiap perjumpaan. 

Keinginan untuk saling membantu, menopang dan menolong akan menjadi gaya hidup. Terlebih dalam hal berdiakonia: masing-masing terlibat memberikan yang terbaik dalam ikatan keluarga Allah.

Hidup berjemaat ialah ikatan sebagai keluarga Allah. Seharusnya ikatannya kuat, sekuat ikatan keluarga. 

Masing-masing anggota mempunyai tempat dan peran yang istimewa. Diakonia adalah wujud nyatanya. Amin.

   Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.