Laporan Wartawan TribunMadura.com, Aflahul Abidin
TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - Polresta Banyuwangi menyelidiki video asusila yang viral di media sosial dan aplikasi perpesanan, karena diduga melibatkan dua remaja berstatus pelajar di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).
Kasus tersebut juga mendapat perhatian Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi yang telah meminta klarifikasi kepada pihak sekolah.
Rekaman video menunjukkan aksi tak senonoh yang dilakukan oleh remaja pria dan wanita.
Ada beberapa rekaman yang tersebar. Video dalam rekaman menunjukkan adegan tersebut direkam pada waktu yang berbeda-beda.
Pasangan dalam video itu disebut merupakan dua siswa setingkat sekolah menengah atas swasta di Kabupaten Banyuwangi.
Keduanya bersekolah di dua lembaga yang berbeda.
Informasi tersebut dibenarkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Chaironi Hidayat.
Chaironi tak menampik, perempuan yang ada di video adalah siswa dari sekolah yang berada di Kecamatan Srono, Banyuwangi.
Baca juga: Kisah Sofi Bahtiar, Petugas PJL Bangil Pasuruan yang Viral Usai Selamatkan Pria dari Tabrakan Kereta
Kantor Kemenag Banyuwangi, kata dia, telah meminta klarifikasi dan melakukan pembinaan terhadap pihak sekolah.
"Kami mendukung upaya-upaya hukum yang dilakukan," kata dia, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, orang tua dari perempuan dalam video telah menyampaikan pengunduran diri sang anak dari sekolah.
Orang tua memindahkan sang anak untuk mengenyam pendidikan di tempat lain.
Chaironi menjelaskan, ada beberapa hasil dari klarifikasi kepada pihak sekolah.
Baca juga: Viral Wisatawan Mengeluh Saat Berkemah di Pantai Mutiara Trenggalek, Pengelola Jelaskan Aturan
Pihak sekolah mendapat laporan tentang video tersebut pertama kali pada 19 Juli 2026 malam.
Esok paginya, pihak sekolah langsung mendatangi rumah siswa untuk mengklarifikasi.
Saat itu, kedua orang tua siswa tersebut mengaku telah mengetahui permasalahan tersebut.
Mereka mengaku malu dan pasrah.
"Karena merasa malu, orang tua siswa membuat surat pengunduran diri karena apabila terduga masih di sekolah lama, justru tidak baik untuk psikologisnya," terangnya.
Baca juga: Pria Kota Batu yang Disebut Mirip Yesus Viral, Mengaku Buat Akun Instagram untuk Berdakwah Islam
Menurut dia, apa yang terjadi dalam video tersebut di luar kontrol pihak sekolah.
Pihak kepolisian mengaku telah menyelidiki kasus tersebut.
"Sudah kami proses," kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, saat dihubungi, Sabtu.