Anggota DPR RI Vita Ervina Soroti Fire Walk BPJS Ketenagakerjaan: Jangan Abaikan Budaya Keselamatan
Ikrob Didik Irawan August 01, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM – Kegiatan fire walk atau berjalan di atas bara api yang menjadi bagian dari pembentukan karakter calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan menuai perhatian Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina.

Ia mengingatkan agar upaya membangun mental pegawai tidak mengabaikan budaya keselamatan yang selama ini menjadi prinsip dasar BPJS Ketenagakerjaan.

Vita mengatakan dirinya menghargai upaya institusi dalam membangun keberanian, fokus, daya juang, dan kepercayaan diri calon pegawai.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut memang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada jutaan pekerja di Indonesia.

Namun, ia menegaskan bahwa proses pembentukan karakter harus tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan manajemen risiko.

"Saya menghargai ikhtiar institusi untuk membangun keberanian, fokus, daya juang, dan kepercayaan diri. Nilai-nilai tersebut memang dibutuhkan agar setiap insan BPJS Ketenagakerjaan mampu menghadapi tantangan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada jutaan pekerja Indonesia. Namun, pembentukan mental yang tangguh tidak boleh mengesampingkan prinsip dasar yang justru menjadi ruh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu budaya keselamatan dan manajemen risiko," ujar Vita, Sabtu (1/8/2026).

Baca juga: Pakar UII Desak Pemerintah Minta Maaf dan Lakukan Koreksi Soal Anggaran MBG

Alumni Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menilai, sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang setiap hari mengampanyekan pentingnya pencegahan risiko kerja, BPJS Ketenagakerjaan semestinya menjadi teladan dalam menerapkan standar keselamatan di setiap aktivitas, termasuk dalam pendidikan dan pelatihan pegawai.

Menurut Vita, yang perlu menjadi perhatian bukan sekadar metode pelatihan, melainkan sejauh mana kegiatan tersebut relevan dan berdampak terhadap peningkatan kompetensi pelayanan publik.

"Yang perlu menjadi perhatian bukan semata metode pelatihannya, melainkan relevansi dan dampaknya terhadap peningkatan kompetensi pelayanan publik. Ukuran keberhasilan calon pegawai tidak ditentukan oleh keberanian melewati bara api, tetapi oleh integritas dalam mengelola amanah, profesionalisme dalam bekerja, empati terhadap peserta, kecepatan dan kualitas pelayanan, serta kemampuan memastikan setiap pekerja memperoleh haknya melalui program JKK, JKM, JHT, JP, dan JKP," tegas anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI tersebut.

Sebagai mitra pengawas BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Vita, Komisi IX DPR RI mendukung setiap inovasi dalam pengembangan sumber daya manusia selama dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, memiliki manfaat yang terukur, serta mengutamakan aspek keselamatan.

Ia menambahkan, momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi publik tidak hanya dibangun melalui simbol keberanian, tetapi juga melalui budaya kerja yang profesional, berintegritas, mengedepankan keselamatan, serta konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Hal itulah yang menjadi ukuran sesungguhnya dari mental tangguh insan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus fondasi untuk menjaga kepercayaan publik," pungkasnya. (*/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.