WARTAKOTALIVE.COM -- Kepergian Bambang Sutrisno atau Trisno, bassist PAS Band, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan musisi, hingga para penggemarnya.
Sosok yang telah menjadi bagian penting perjalanan PAS Band selama lebih dari tiga dekade itu akan dimakamkan pada Minggu (2/8/2026).
Meski jadwal pemakaman telah ditetapkan, lokasi peristirahatan terakhir Trisno hingga Sabtu (1/8/2026) malam masih belum dipastikan.
Keluarga disebut masih melakukan koordinasi sebelum mengumumkan tempat pemakaman almarhum.
Personel PAS Band, Sandy, mengungkapkan bahwa informasi mengenai lokasi makam masih belum final. Namun, ia memastikan prosesi pemakaman akan berlangsung pada Minggu pagi.
Baca juga: Dunia Musik Berduka, Bassist Pas Band Trisno Meninggal karena Komplikasi Penyakit
"Kita memakamkannya besok insyaallah. Tadi dapat informasi cuma masih simpang siur," kata Sandy saat ditemui di kawasan Depok, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026).
Sandy menjelaskan, rumah duka berada di kediaman keluarga Trisno di kawasan Laswi, Jalan BKR, Bandung.
Di lokasi tersebut, keluarga menerima pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
"Rumah dukanya di rumah keluarga di Laswi, Jalan BKR," ujarnya.
Meski begitu, ia belum dapat memastikan apakah Trisno akan dimakamkan di lokasi yang sama dengan mendiang istrinya atau di tempat lain.
Menurutnya, keputusan sepenuhnya berada di tangan keluarga.
"Besok akan dimakamkan pagi, tapi saya belum tahu dimakamkan di mana, apakah sama lokasinya dengan makam istrinya. Kita enggak tahu," ucap Sandy.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Sandy bersama personel PAS Band lainnya memastikan akan hadir mengantar Trisno ke tempat peristirahatan terakhir.
Kepergian sang bassist menjadi momen yang penuh haru bagi para personel yang telah bertahun-tahun berbagi panggung, karya, dan perjalanan hidup bersama.
Sebelumnya, Trisno mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit.
Menurut Sandy, Trisno sempat didiagnosis mengalami gagal ginjal dengan fungsi organ yang tersisa sekitar lima persen.
Selain itu, tim dokter juga menemukan dua sumbatan pembuluh darah di kepala yang mengharuskannya menjalani tindakan operasi.
Operasi tersebut sempat berjalan lancar.
Namun, kondisi kesehatan Trisno terus mengalami pasang surut hingga akhirnya ia meninggal dunia.
Kepergian Trisno menjadi kehilangan besar bagi PAS Band dan industri musik Tanah Air.
Bersama PAS Band, ia ikut melahirkan berbagai karya yang mewarnai perjalanan musik rock alternatif Indonesia sejak awal 1990-an. Jejak musikal dan dedikasinya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah musik Indonesia.