POS-KUPANG.COM - Saraf kejepit merupakan kondisi yang bisa dialami siapa saja, tertuama bagi orang-orang yang sering duduk terlalu lama seperti pekerja kantoran.
Kondisi ini sering ditandai dengan nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan pada bagian tubuh tertentu.
Penjelasan Saraf Kejepit
Berdasarkan penjelasan Dokter Spesialis Neurologi RS Kasih Ibu Solo, dr. Ema Ratna Kartinawati, Sp.N, saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah kondisi di mana saraf mengalami tekanan berlebih oleh jaringan di sekitarnya, seperti otot, tulang, tulang rawan, atau jaringan ikat.
Tekanan ini menyebabkan saraf mengalami peradangan, yang dapat mengganggu impuls saraf serta menurunkan suplai darah dan nutrisi ke saraf tersebut.
Risiko saraf kejepit bisa disebabkan karena beberapa faktor, seperti kebiasaan duduk yang terlalu lama, kurang peregangan, serta aktivitas monoton seperti mengetik dalam waktu lama.
Adapun area yang rentan terjadi sarag kejepit adalah leher, punggung bawah, dan pergelangan tangan.
Kondisi ini bisa dicegah dengan menerapkan kebiasaan sederhana yang membantu menurunkan risiko terjadinya saraf kejepit.
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah risiko saraf kejepit berdasarkan penjelasan dr. Ema Ratna Kartinawati, Sp.N:
Baca juga: 5 Tips Mencegah dan Mengatasi Postur Tubuh Membungkuk atau Kyphosis: Atur Duduk
Duduk terlalu lama dalam posisi yang sama dapat membuat otot menjadi tegang dan meningkatkan tekanan pada saraf.
Oleh karena itu, biasakan melakukan peregangan atau stretching setiap 1 hingga 3 jam sekali.
Gerakan peregangan sederhana pada leher, bahu, punggung, lengan, dan kaki dapat membantu melancarkan aliran darah, mengurangi ketegangan otot, serta menjaga kelenturan tubuh.
Postur tubuh saat duduk juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan tulang belakang dan saraf.
Duduklah dengan posisi punggung tegak dan gunakan kursi yang memiliki sandaran agar tulang belakang tetap mendapat penopang.
Pastikan telapak kaki menapak rata di lantai atau menggunakan pijakan kaki jika perlu.
Hindari kebiasaan menyilang kaki atau membiarkan kaki menggantung dalam waktu lama karena bisa memengaruhi sirkulasi darah.
Baca juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Kulit Agar Tetap Sehat dan Awet Muda: Tidur yang Cukup
Menunjukkan kepala saat bekerja atau melihat komputer bisa memberi beban lebih pada leher dan tulang belakang bagian atas.
Oleh karena itu, posisikan monitor komputer atau laptop sejajar dengan tinggi mata.
Dengan posisi tersebut, leher tetap berada dalam postur yang netral sehingga risiko ketegangan otot dan tekanan pada saraf dapat berkurang.
Bila menggunakan laptop, Anda bisa menggunakan penyangga laptop serta keyboard dan mouse agar posisi kerja lebih nyaman.
Aktivitas fisik yang kurang bisa membuat otot lemah dan kurang mampu menopang sendi serta tulang belakang.
Solusinya, lakukan olahraga ringan secara rutin, seperti berjalan kaki, bersepeda, senam peregangan, atau berenang, yang dapat membantu menjaga kekuatan otot.
Sebelum mulai bekerja, Anda bisa melakukan pemanasan ringan atau berjalan santai beberapa menit agar otot tidak mudah tegang.
Stres juga bisa memengaruhi kondisi saraf.
Saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh melepaskan hormon stres yang dapat meningkatkan sensitivitas terhadap rasa nyeri dan membuat otot lebih tegang.
Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres, seperti tidur yang cukup, berolahraga, melakukan latihan pernapasan, atau meditasi.
Kondisi mental yang rileks akan membantu tubuh mengurangi ketegangan otot dan menjaga kesehatan saraf.
Baca juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Kulit Agar Tetap Sehat dan Awet Muda: Tidur yang Cukup
Jangan abaikan tanda-tanda awal seperti kesemutan, kebas, pegal, atau nyeri yang menjalar ke lengan maupun kaki.
Jika gejala tersebut muncul, segera hentikan aktivitas dan beristirahat sejenak.
Memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf sebelum keluhan berkembang menjadi lebih serius.
Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah saraf kejepit, khususnya bagi pekerja kantoran yang sering duduk dalam waktu lama.