TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Mahasiswa Universitas Andalas (Unand), Ryan Al Ghifari, yang hilang sejak November 2025 ternyata menyimpan banyak prestasi yang bahkan tidak diketahui keluarganya.
Mahasiswa Informatika itu memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Selain berprestasi di bidang akademik, Ryan juga pernah terlibat dalam pengembangan sebuah program untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama rekan-rekannya.
Berbagai pencapaian tersebut baru terungkap setelah Ryan dinyatakan hilang.
Baca juga: Hampir 8 Bulan Hilang, Unand Akui Belum Temukan Petunjuk Baru Keberadaan Ryan Al Ghifari
Selama ini, putra sulung Ade Melriza itu tidak pernah menceritakan keberhasilannya, bahkan selalu merendah setiap prestasi yang diraih.
Saat ditemui jurnalis TribunPadang.com pada Selasa (27/7/2026), untuk program Saksi Kata, Ade Melriza sang bunda mengaku baru mengetahui putranya pernah mengerjakan proyek tersebut setelah mendapat penjelasan dari pihak kampus.
Sebelumnya, Ryan hanya berpamitan kepada keluarga dengan alasan mengikuti kegiatan magang.
Ryan Al Ghifari dikenal sebagai mahasiswa Informatika Universitas Andalas (Unand) yang memiliki kemampuan akademik tinggi.
Meskipun demikian, Ryan tidak pernah menjadikan pencapaiannya sebagai sesuatu yang perlu dibanggakan.
Di mata keluarga, ia justru dikenal sebagai sosok yang sederhana dan selalu merendahkan setiap prestasi yang diraih.
Sang ibu, Ade Melriza, mengatakan putra sulungnya tidak pernah bercerita panjang tentang nilai kuliah maupun keberhasilan yang diperolehnya.
Menurut Ade, Ryan lebih sering membuat keluarganya terkejut karena prestasi-prestasinya baru diketahui belakangan ini.
Baca juga: Unand Siapkan Kebijakan Khusus agar Ryan Al Ghifari Tetap Bisa Kuliah Jika Ditemukan
"Ryan ini yang saya banggakan selain dari prestasi yang diraihnya, dia selalu memberikan kejutan," kata Ade.
Menurut Ade, setiap kali memperoleh nilai tinggi, Ryan justru menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa.
"Ah, biasa aja, Ma. Masih banyak teman yang lebih bagus nilainya," kenang Ade menirukan ucapan putranya.
Sikap rendah hati itu juga terlihat ketika Ryan meminta ibunya tidak menceritakan nilai kuliahnya kepada keluarga besar.
"Jangan mama uber-uber ya, Ma. Cukup mama aja yang tahu. Jadi enggak ingin kasih tahu walaupun kami ke keluarga besar, ke om-omnya jangan dikasih tahu nilai Ryan segitu katanya."
Ade mengaku baru mengetahui salah satu pencapaian besar Ryan setelah putranya dinyatakan hilang.
Sebelumnya, Ryan hanya berpamitan kepada orang tuanya dengan alasan mengikuti kegiatan magang di Kantor Gubernur Sumatera Barat.
Namun, setelah keluarga mendatangi kampus dan berbincang dengan pihak terkait, Ade mengetahui bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar magang.
Ryan ternyata ikut dalam sebuah proyek pengembangan program untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama rekan-rekannya.
Ade mengatakan dirinya baru mengetahui hal tersebut setelah menanyakan langsung kepada pihak kampus.
"Saya tahunya setelah kejadian Ryan hilang ini, kami mendatangi kampus, kami berbicara dengan Bapak Wahyudi, Pak Ryan, Ibu Rahmi. Saya sempat tanya, 'Itu Ryan magang apa, Bu?' Katanya, 'Ryan pernah magang di kantor gubernur.' Itu bukan magang, Bu. Itu ada suatu project. Jadi dilemparlah ke kampus ini. Nah, Ryan inilah yang bikin ini bersama temannya."
Selama proyek tersebut berlangsung, Ade mengaku tidak mengetahui pekerjaan sebenarnya yang dilakukan putranya karena Ryan hanya menyebut kegiatan itu sebagai magang.
Dari penjelasan pihak kampus, Ade kemudian mengetahui bahwa proyek yang dikerjakan Ryan bersama rekannya berhasil diselesaikan dengan baik.
Program tersebut bahkan masih digunakan hingga sekarang.
Atas kontribusinya, Ryan juga mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Andalas.
"Nah, alhamdulillah program yang dibikin Ryan ini sukses dan dipakai sampai sekarang. Ryan mendapatkan acung jempol dari rektor."
Mendengar kabar tersebut, Ade mengaku tidak mampu menahan haru.
Sebab, berbagai pencapaian Ryan selama kuliah justru baru diketahui setelah putranya menghilang.
"Di situ air mata saya enggak tertahan. Ryan betul-betul merahasiakan apa yang dia buat."
Ade mengatakan keluarga sama sekali tidak menyangka Ryan pernah mendapat penghargaan atas proyek yang dikerjakannya.
Selama ini, Ryan tidak pernah menceritakan pencapaian tersebut kepada orang tua.
"Kami sebagai orang tua betul-betul, kejutan dari Ryan yang memberikan prestasinya yang tidak kami tahu, yang tidak kami duga dia mendapat penghargaan seperti ini."
Ade baru memahami alasan putranya hanya menyebut kegiatan itu sebagai magang saat berpamitan kepada keluarga.
"Kalau enggak hari ini pasti Mama enggak tahu, Nak. Yan bikin seperti ini sama kenapa Yan harus bohong? Bilangnya ke magang." (MG/Fujiatul Witri)