Sambut HUT ke-81 RI, Enam Tokoh Lintas Agama Pimpin Doa Kebangsaan di Monas
Adi Suhendi August 02, 2026 01:34 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Enam tokoh lintas agama memimpin doa kebangsaan di Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam.

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Doa dipanjatkan secara bergantian sesuai dengan keyakinan masing-masing sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus harapan agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, serta kekuatan dalam mewujudkan cita-cita nasional.

Pembacaan doa diawali dari agama Kristen Protestan yang dipimpin Pdt Jacklevyn Frits Manuputty.

Sementara untuk agama Katolik dipimpin Romo Fransiskus Yance Sengga S.Fill.Lic.Th. 

Selanjutnya, doa bagi umat Hindu dipimpin Pinandita Gede Pastika, dilanjutkan dengan doa bagi umat Budha oleh Bhikku Bhadranatha, Thera.

Baca juga: Warga Protes Gerbang Monas Ditutup Saat Acara Zikir di Monas, Polisi Sebut Perintah Paspampres

Selanjutnya, pembacaan doa bagi umat Konghucu yang dipimpin oleh Xs Budi S Tanuwibowo.

Doa lintas agama ditutup oleh H Husni Ismail untuk umat beragama Islam.

Acara kemudian berlanjut dengan Selawat Kebangsaan yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama ribuan jemaah yang memadati kawasan Monas.

Baca juga: Masyarakat Mulai Berdatangan ke Monas Jakarta Pusat untuk Hadiri Acara Zikir dan Doa Kebangsaan

Sebelumnya Acara doa kebangsaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Setelah itu, pembacaan ayat suci Alquran surat Ar-Rahman ayat 1-14 oleh juara 1 MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) International Al-Ameed ke-3 Karbala di Irak Tahun 2026, Muhammad Zian Fahrezi.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa makna Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai ikhtiar spiritual bangsa dalam mengisi kemerdekaan serta pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan harmoni di tengah keberagaman Indonesia. 

Nasaruddin menyebut bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama.

“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi.  Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujar Nasaruddin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.