TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya bersyukur dapat ikut membantu sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa dan santri.
Hal itu disampaikan Menag dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
“Kementerian Agama bersyukur dapat berkontribusi menyukseskan berbagai program prioritas Presiden sebagai bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” kata Menag.
Menag mengatakan Program MBG telah memberikan manfaat kepada lebih dari 11 juta siswa dan santri.
Sementara itu, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau lebih dari 1,2 juta siswa dan santri.
Baca juga: Warga Protes Gerbang Monas Ditutup Saat Acara Zikir di Monas, Polisi Sebut Perintah Paspampres
“Kita juga berbangga karena sejumlah Madrasah Aliyah Negeri dipercaya menjadi bagian daripada program Sekolah Unggulan Garuda Transformasi, dan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong telah mengimplementasikan kurikulum International Baccalaureate Diploma Program,” katanya.
Menag mengatakan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, investasi terbesar yang dilakukan adalah membangun manusia.
Untuk itu sebanyak 5,1 juta siswa di lingkungan Kementerian Agama telah menerima bantuan program Indonesia Pintar.
Kemudian 289.285 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan menerima manfaat KIP Kuliah.
“Beberapa putra terbaik juga telah mendapat beasiswa melanjutkan studi di Amerika, Eropa, dan Timur Tengah menjadi kader bangsa mempromosikan moderasi beragama,” katanya.
Tidak hanya itu, peningkatan kompetensi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan pemberian hak melalui Tunjangan Profesi Guru telah mengalami kenaikan 700 persen, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Transformasi pendidikan juga kata Menag diwujudkan melalui pembangunan sarana dan prasarana.
Baca juga: Jemaah Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Jakarta Pusat Dapat Bingkisan Sajadah dan Sarung
Revitalisasi dilakukan terhadap 556 madrasah sekolah keagamaan dan pembangunan 352 madrasah serta 34 perguruan tinggi keagamaan negeri.
“Sedangkan digitalisasi pembelajaran diperkuat melalui distribusi 2.180 papan interaktif digital kepada 551 madrasah,” katanya.
Menag menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang memberikan perhatian khusus kepada dunia pesantren, di antaranya adalah pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren dan dukungan bagi penguatan ekonomi pesantren.
“Sejak dahulu pembinaan pondok pesantren hanya dilakukan setingkat Direktur Eselon II, tapi sekarang Bapak Presiden Prabowo meningkatkan menjadi Direktorat Jenderal. Kita tepuk tangan kepada beliau,” pungkasnya.
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ini diselenggarakan pihak Istana.
Acara digelar mulai pukul 17.00 hingga 21.30 WIB.
Pantauan Tribunnews di lokasi ribuan masyarakat memadati kawasan Monas. Mereka yang mayoritas mengenakan pakaian putih tersebut, duduk lesehan beralaskan tikar baik di area rumput maupun paving blok.
Bahkan ada juga beberapa masyarakat yang duduk di tangga monas.
Agenda utama acara tersebut adalah Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga diisi paduan suara dan khataman Alquran, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, tilawah Alquran.
Acara akan ditutup doa bersama yang dipimpin tokoh dari enam agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.