POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi PT PLN (Persero) untuk terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan nasional.
Menjelang hari kemerdekaan, PLN menegaskan kesiapan sistem kelistrikan guna mendukung percepatan pembangunan Kawasan The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai destinasi wisata premium berkelas dunia.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Penentuan Konsep, Sistem, serta Skema Information and Communication Technology (ICT) dan Kelistrikan Kawasan The Golo Mori Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ITDC di Golo Mori Convention Center pada Rabu (29/7/2026) kemarin.
Baca juga: GM PLN UIP Nusra Tinjau Kesiapan PLTP Mataloko, Pastikan Proyek Siap Memasuki Tahap Drilling
FGD ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara ITDC, PLN, akademisi, dan praktisi untuk menyusun konsep pengembangan energi dan jaringan digital terintegrasi. Pembahasan difokuskan pada kesiapan infrastruktur pendukung agar pengembangan kawasan dapat berjalan secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan.
Ketua Tim Grand Strategy of Golo Mori Development, Wahyu Moerhadi Nugroho, mengungkapkan bahwa ketersediaan infrastruktur energi dan digital yang matang adalah kunci utama menarik investasi.
“Kami ingin memastikan kesiapan sistem kelistrikan dan ICT sejak awal agar pengembangan kawasan berjalan terarah, terintegrasi, dan mampu mendukung investasi serta aktivitas pariwisata di Golo Mori secara maksimal,” ujarnya.
Manager PLN UP3 Flores Bagian Barat, Eki Putra, menjelaskan bahwa daya mampu sistem kelistrikan di Flores saat ini berada dalam kondisi sangat aman.
“Sistem kelistrikan Flores memiliki daya mampu netto sebesar 137,22 MW dengan cadangan daya mencapai 31,8 MW. PLN juga telah menyiapkan jaringan tegangan menengah 20 kV, sistem cadangan penyulang, gardu hubung, serta skema operasional andal untuk menjamin kontinuitas pasokan listrik di Golo Mori,” kata Eki.
Ia menambahkan, ekspansi infrastruktur listrik akan terus diselaraskan dengan tahapan pembangunan kawasan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa keandalan listrik di kawasan pariwisata strategis merupakan bagian dari wujud kemerdekaan energi dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Di usia Republik Indonesia yang ke-81 ini, PLN berkomitmen hadir melayani hingga pelosok negeri dan menyokong kawasan strategis nasional. Pasokan listrik yang andal di Golo Mori bukan sekadar pemenuhan energi, melainkan fondasi untuk mendorong pertumbuhan pariwisata, membangkitkan ekonomi daerah, dan membawa nama Indonesia di panggung dunia,” tegas Eko.
Sementara itu, praktisi ICT sekaligus narasumber FGD, Ferryzal Zulkarnain, menekankan pentingnya sinergi antara pasokan energi dan teknologi digital dalam mewujudkan kawasan berkonsep smart tourism.
“Layanan digital di kawasan wisata kelas dunia hanya dapat berjalan optimal jika didukung pasokan listrik yang andal dan tanpa putus. Oleh karena itu, perencanaan sistem energi dan ICT memang harus dilakukan secara terpadu sejak awal,” jelasnya.
Melalui sinergi erat antara ITDC, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan, pengembangan sistem kelistrikan dan ICT di Golo Mori diharapkan dapat memerdekakan potensi pariwisata NTT serta mewujudkan kawasan wisata premium yang modern, hijau, dan berkelanjutan. (*/adv)