TRIBUNPALU.COM - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan kinerja keuangan dan operasional yang solid pada triwulan kedua tahun 2026 (2T26).
Perseroan berhasil mengantongi laba bersih sebesar AS$61 juta, meningkat tajam 39 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (1T26) sebesar AS$44 juta.
Kenaikan laba bersih itu didorong peningkatan volume produksi Nikel dalam matte, penguatan harga jual realisasi nikel, serta efisiensi dan disiplin pengelolaan biaya operasional.
Pada triwulan kedua 2026, produksi Nikel dalam matte PT Vale mencapai 16.153 metrik ton, naik sekitar 19 % dibanding 13.620 ton pada 1T26.
Kenaikan produksi itu dipicu kembali beroperasinya Tanur Listrik 3 pascapembangunan kembali (rebuilding) pada Juni 2026 lalu.
Total produksi Nikel matte pada semester pertama 2026 (1H26) mencapai 29.773 ton.
Baca juga: PT Vale Komit Perkuat Hilirisasi Nikel dan Penyelamatan Lingkungan di Morowali
Tak hanya pada bisnis nikel matte, ekspansi PT Vale di tiga hub pertambangan, Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa, juga menunjukkan pertumbuhan pesat.
Blok Bahodopi membukukan penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta wet metric ton (wmt) di 2T26, naik dari 886 ribu wmt di 1T26 (Total 1H26: 1,96 juta wmt).
Sementara Blok Pomalaa mencatat peningkatan pesat dalam penjualan bijih nikel menjadi 496 ribu wmt di 2T26, melonjak dibanding 89 ribu wmt di 1T26 (Total 1H26: 585 ribu wmt)
Penguatan harga realisasi rata-rata Nikel matte sebesar 4 % QoQ menjadi AS$14.765 per ton turut mendorong pendapatan Perseroan mencapai AS$290 juta (naik 15?ri 1T26).
Tak hanya itu, EBITDA melonjak 45 % menjadi AS$116 juta.
Di tengah dinamika harga energi global dan geopolitik yang mengerek harga bahan bakar, PT Vale mampu menjaga cash cost pokok penjualan Nikel matte tetap kompetitif di level AS$10.005 per ton, membaik dari AS$10.382 per ton pada triwulan sebelumnya.
Hilirisasi Baterai Kendaraan Listrik
Mendukung agenda hilirisasi nasional, PT Vale bersama mitra GEM Co., Ltd. dan EcoPro menandai tonggak sejarah baru dengan tibanya unit autoclave untuk Proyek HPAL Sambalagi, bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali pada 22 Juli 2026.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani.
"Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional," ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale.
Ke depan, Perseroan akan terus mengakselerasi proyek-proyek HPAL untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai bahan baku kunci rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia.(*)