Karhutla di Sejumlah Titik Kota Pontianak Padam, BPBD Waspadai Bara di Sepakat 2 Ujung
Faiz Iqbal Maulid August 02, 2026 05:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak sempat diguyur hujan setelah sebelumnya sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak memastikan sejumlah titik lahan yang sempat terbakar kini sudah berhasil dipadamkan.

Kepala BPBD Kota Pontianak, Muchammad Yamin mengungkapkan, seluruh lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran saat ini sudah dalam kondisi padam. Namun, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap beberapa titik yang berpotensi menyisakan bara.

"Lahan yang sempat terbakar di beberapa titik di kota pontianak sudah padam semuanya," ujar Muchammad Yamin saat dikonfirmasi TribunPontianak.co.id, Sabtu 1 Agustus 2026.

Meski demikian, BPBD Kota Pontianak masih mewaspadai keberadaan bara api di kawasan Pontianak Tenggara, tepatnya di Jalan Sepakat 2 Ujung.

Lokasi tersebut masih dalam tahap penanganan dan pencegahan agar tidak kembali meluas.

"Bara yang masih diwaspadai di Lokasi Pontianak Tenggara Jalan Sepakat 2 Ujung Kondisi sekarang lagi dalam penanganan dan pencegahan," katanya.

Yamin menambahkan, pemantauan terhadap kondisi lahan dilakukan secara berkala, salah satunya menggunakan pantauan udara melalui drone untuk memastikan tidak ada titik api baru maupun bara yang kembali muncul.

"Pantauan melalui drone," ungkapnya.

• Hujan Turun Bikin Kabut Asap Mereda, DPRD Pontianak Beri Peringatan Penting Ini

BMKG Pontianak: Hujan Beberapa Hari Terakhir Belum Tandai Akhir Musim Kemarau di Kalbar

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pontianak, Rizky Noventia Pertiwi mengungkap hujan yang mengguyur Kota Pontianak dan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir belum menandakan berakhirnya musim kemarau.

Sebagai informasi wilayah Kalbar mulai diguyur hujan sejak Kamis 30 Juli 2026 lalu.

BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi terjadi hingga 4 Agustus 2026, sebelum intensitasnya kembali menurun pada pertengahan Agustus

Rizky menjelaskan, berdasarkan prakiraan cuaca, peluang hujan di Kalbar masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Namun kondisi tersebut bukan merupakan awal peralihan menuju musim penghujan.

"Hujan yang turun beberapa hari di Kota Pontianak maupun beberapa wilayah lain di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir tidak menandakan bahwa musim kemarau telah berakhir.Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di beberapa wilayah di Kalimantan Barat diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga tanggal 04 Agustus 2026. Meski demikian hal ini bukanlah penanda awal peralihan ke musim penghujan." Jelasnya saat dikonfirmasi TribunPontianak.co.id, Sabtu 1 Agustus 2026.

Ia mengatakan, potensi hujan diprakirakan relatif menurun mulai 5 hingga 14 Agustus 2026 dengan kondisi cuaca didominasi cerah hingga cerah berawan di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. 

Sementara itu, prakiraan curah hujan dasarian menunjukkan Kota Pontianak masih berada pada kategori rendah dengan sifat hujan di bawah normal.

"Berdasarkan prakiraan cuaca, potensi hujan di wilayah Kota Pontianak dan Provinsi Kalimantan Barat secara umum relatif menurun mulai tanggal 05 Agustus 2026 hingga setidaknya tanggal 14Agustus 2026. Prakiraan curah hujan dasarian juga menunjukan dalam 10 hari kedepan wilayah Kota Pontianak diprakiraan masuk dalam kategori rendah (0-50 mm/dasarian) dengan sifat hujan dibawah normal," tambahnya. 

• Karhutla Padam Usai Hujan, Warga Graha Melodya Serdam Kubu Raya Masih Keluhkan Akses Air Bersih

DPRD Kota Pontianak Beri Peringatan

Anggota DPRD Kota Pontianak, Husin meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak tetap meningkatkan kesiapsiagaan.

Hal itu untuk mengantisipasi apabila kembali terjadi kebakaran lahan di sejumlah wilayah.

"Namun kita tetap minta kepada BPBD Kota tetap siaga jika sewaktu-waktu ada kebakaran lahan lagi," ungkap Husin saat dikonfirmasi TribunPontianak.co.id, Sabtu 1 Agustus 2026

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya Karhutla dan memperburuk kualitas udara.

"Kita menghimbau warga untuk tidak membakar lahan dan sama-sama menjaga lingkungan sekitar," tutupnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.