Menag: Bangsa Besar Tak Hanya Dibangun Melalui Ketangguhan Ekonomi, Tapi Juga Kekuatan Doa
Adi Suhendi August 02, 2026 05:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bangsa yang besar tidak hanya dibangun kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi  juga butuh kekuatan doa.

Hal itu disampaikan Menag dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

“Kami meyakini bahwa bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau ketangguhan politik. Bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antar sesama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Menag memaparkan sejumlah aspek kehidupan beragama di Indonesia yang menunjukkan kepedulian sosial, keikhlasan, serta ketaatan.

Di antaranya yakni pengelolaan wakaf dan zakat.

Menurut Menag pengelolaan wakaf dan zakat di Indonesia terus menguat.

Baca juga: Warga Protes Gerbang Monas Ditutup Saat Acara Zikir di Monas, Polisi Sebut Perintah Paspampres

Pada tahun 2025 penghimpunan zakat tumbuh 12 persen menjadi 44,6 triliun yang memberikan manfaat bagi 140 juta mustahik.

“Di saat yang sama, aset wakaf tumbuh 7 persen dengan 467.237 titik tanah wakaf seluas 50.000 hektar,” katanya.

Sementara itu, pada periode yang sama, penghimpunan wakaf uang tumbuh mencapai sekitar 4,7 triliun.

Baca juga: Antusiasme Warga Warnai Zikir dan Doa Kebangsaan di Kawasan Monas Jakarta Pusat

Jumlah tersebut telah memberikan manfaat pada 750.000 penerima.

“Wakaf produktif juga terus diperkuat melalui 514 titik inkubasi wakaf produktif agar aset wakaf semakin produktif, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain itu, kata Menag, kerukunan antar umat beragama di Indonesia juga terus menguat.

Ia mengatakan Indeks Kerukunan Umat Beragama terus meningkat setiap tahun.

Pada tahun 2024 indeks berada pada angka 76,47 yang kemudian naik menjadi 77,89 pada tahun 2025.

“Tertinggi semenjak negeri ini berdiri,” katanya.

Angka tersebut kata Menag melampaui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah yang ditetapkan setiap lima tahunan yaitu 76,47.

“Selain Indeks Kerukunan Umat Beragama, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada tahun 2025 ini,” katanya.

Menag menyampaikan terimakasih kepada para tokoh lintas agama yang terus melakukan pembinaan, sehingga kerukunan kehidupan umat beragama terus terawat.

“Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.