TRIBUNKALTIM.CO - Potongan pidato Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut keinginan sejumlah negara untuk memiliki senjata nuklir tengah menjadi sorotan dan sempat viral di media sosial.
Lantaran siaran langsung atau live ketika Prabowo berpidato dan menyinggung soal nuklir ini tiba-tiba dimatikan.
Hanya beberapa saat setelah Prabowo menyinggung soal nuklir, suaranya tidak terdengar dan gambar beralih ke sejumlah kegiatan yang dilakukan Prabowo.
Selanjutnya, siaran live tiba-tiba terhenti.
Baca juga: Minta Presiden Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng, Puluhan Wartawan di Kutim Turun ke Jalan
Lalu, videonya diunggah kembali, dengan versi tanpa menyertakan pernyataan Prabowo soal kepemilikan senjata nuklir.
Namun, di media sosial potongan video pidato Presiden ini ramai beredar.
Adapun Prabowo menyampaikan taklimat dalam acara pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pusat dan Daerah serta asosiasi pengusaha seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Layaknya pidato-pidatonya yang lain, pidato taklimat RI1 kali ini juga ditayangkan secara live (langsung) di kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.
Video live pidato Prabowo tersebut diberi tajuk "Pertemuan Presiden RI dengan Pengusaha KADIN Pusat dan Daerah Seluruh Indonesia, 31 Juli 2026."
Akan tetapi, saat Mantan Menteri Pertahanan RI tersebut menyinggung soal kabar sejumlah negara di kawasan Timur Tengah menginginkan kepemilikan senjata nuklir, tiba-tiba mikrofon mati dan video terjeda sejenak.
Lalu, tayangan berganti potongan atau klip video kegiatan Prabowo di berbagai acara lain.
Setelah insiden ini, belakangan diketahui, video live tayangan pidato dalam pertemuan dengan pengusaha KADIN ini diunggah ulang di kanal YouTube Sekretariat Presiden dan diedit, di mana bagian Prabowo menyinggung senjata nuklir telah dihapus.
Potongan video pidato Prabowo membahas kepemilikan senjata nuklir sempat beredar viral.
Dalam pidatonya, Prabowo mulanya menyebut adanya eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang saat ini masih berlangsung, terutama dengan adanya serangan Amerika Serikat (AS) - Israel terhadap Iran.
Lantas, Prabowo menyebut ada negara yang dikabarkan sudah memiliki senjata nuklir, yakni Iran.
Lalu, ia menambahkan, negara-negara lain ikut ingin memiliki senjata nuklir, seperti Arab Saudi, Mesir, hingga Qatar.
"Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir," ucap Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) yang saat ini berusia 74 tahun itu.
"Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir."
Namun, setelah pernyataan ini, tayangan pidato Prabowo terhenti dan digantikan potongan video yang menampilkan kegiatan-kegiatan kepresidenan Prabowo lainnya selama beberapa detik, lalu baru dilanjut.
Dalam pidato kali ini, Prabowo juga sempat menyinggung penyebab konflik yang melanda Timur Tengah, yakni adanya kekayaan alam seperti gas dan minyak bumi di kawasan tersebut.
"Kenapa ribut di Timur Tengah? Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuklah perang sudah ratusan tahun di situ," ujarnya.
Prabowo juga meyakini Divide Et Impera atau politik adu domba/pecah belah benar-benar nyata adanya.
"Saudara-saudara, jadi, Divide Et Impera itu bukan tulisan di buku-buku sejarah. Itu nyata. Nyata. Divide Et Impera nyata," imbuh Prabowo.
Pantauan Tribunnews pada Sabtu (1/8/2026) sore, tayangan video "Pertemuan Presiden RI dengan Pengusaha KADIN Pusat dan Daerah Seluruh Indonesia, 31 Juli 2026" di kanal YouTube Sekretariat Presiden dipenuhi sederet pertanyaan yang serupa dari warganet.
Di kolom komentar, ada beberapa warganet yang bertanya, kenapa bagian pidato Prabowo yang membahas nuklir tak ada lagi.
Ada pula yang menyayangkan informasi yang didapat media dan publik tidak utuh lantaran videonya dipotong.
"Video bahas nuklir yang dicut hilang ya? Keknya kalian mulai capek ngebersihin semua omongan ini"
"Mana nuklirnya? Kok di cut?"
"mana bahas nuklirnya"
"Ditunggu cerita nuklirnya pak"
"kayak ada yang d cut ya...perasaan aja kali ya? hmm...mungkin hanya perasaan...lanjut terus Pak Presiden!"
Baca juga: Antek Asing hingga Londo Ireng, Daftar 7 Pernyataan Prabowo Beri Label Negatif pada Pengkritiknya
(Tribunnews.com/Rizki A.)