Janji Manggung yang Tak Terwujud, Sandy PAS Band Ceritakan Momen Terakhir Bersama Trisno
Shinta Dwi Anggraini August 02, 2026 08:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kepergian bassist PAS Band, Bambang Sutrisno alias Trisno, pada Sabtu (1/8/2026) pukul 14.30 WIB tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik rock alternatif Indonesia, tetapi juga menyisakan kenangan emosional tentang ikatan persahabatan di luar panggung.

Di balik aksi panggung yang gahar, Sandy sang drumer mengenang Trisno sebagai sosok yang jujur, profesional, dan dekat dengan tim produksi. 

Kejujuran tersebut menjadi standar profesionalisme Trisno selama menjejaki ribuan panggung bersama PAS Band.

"Bro itu orangnya jujur. Jujur banget. Dia kalau suka banget dengan panggung itu, dia akan tos sama saya. Setiap kali panggung. Tapi kalau misalnya saya lagi mainnya lagi nggak bener, dia bilang dia marah. Dia marah dan saya tahu, 'Oh, sorry'," beber Sandy saat ditemui di kawasan Depok, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026), dikutip dari Tribunnews.com

KABAR DUKA - Kabar Duka, Bassist PAS Band Trisno Meninggal Dunia, Sempat Dirawat Intensif Karena Gagal Ginjal
KABAR DUKA - Kabar Duka, Bassist PAS Band Trisno Meninggal Dunia, Sempat Dirawat Intensif Karena Gagal Ginjal (Dokumen/Sumber Foto : Youtube Ferdy Element)

Sandy menambahkan bahwa almarhum memiliki kepribadian yang cenderung tenang dan membumi saat menjalani tur.

"Dan ya apa ya, panggung yang paling berkesan apa ya Dia tuh orangnya sebenarnya lebih apa ya, rock n roll tapi semi-semi introvert kali ya. Dia kalau di tur, ngumpul sama kru. Sama kru gitu, merokok. Berapa kali juga saya main ke Jepang juga, manggung di Jepang sama Trisno," lanjutnya.

Asa Manggung di Subang dan Momen Terakhir

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Trisno sempat menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit. 

Selain fungsi ginjal yang tersisa sekitar lima persen, dokter menemukan dua sumbatan pembuluh darah di kepala yang mengharuskannya menjalani operasi otak. 

Meski operasi berjalan lancar, kondisi Trisno terus naik turun dan sempat mengalami kejang.

Harapan untuk kembali tampil bersama tetap diusung oleh para personel PAS Band, mengingat mereka memiliki agenda konser di Subang pada 8 Agustus mendatang. 

Sandy sempat memberikan dorongan semangat saat menjenguk Trisno di rumah sakit.

"Ayo Bro sembuh, sembuh. Ayo Bro kuat, kuat, kita mau manggung yuk, kita latihan yuk," ucap Sandy menirukan perkataannya kepada Trisno.

Meski tak bisa merespons secara verbal, Trisno memberikan gestur kecil saat diajak berbicara.

"Dia nengok ke saya," kata Sandy yang tak kuasa menahan air mata saat mengenang momen tersebut.

Rencana Pemakaman di Bandung

Usai kabar duka diumumkan, jenazah dibawa ke rumah duka di kediaman keluarga yang berlokasi di kawasan Laswi, Jalan BKR, Bandung. 

Pihak keluarga dan rekan-rekan bersiap mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir pada Minggu (2/8/2026) pagi.

Mengenai lokasi pasti pemakaman, Sandy menyebut pihak keluarga masih berkoordinasi.

"Kita memakamkannya besok insyaallah. Tadi dapat informasi cuma masih simpang siur," ujar Sandy.

"Rumah dukanya di rumah keluarga di Laswi, Jalan BKR gitu ya," ucapnya.

"Terus besok akan dimakamkan pagi, tapi saya belum tahu dimakamkan di mana, apakah sama lokasinya dengan makam istrinya. Kita enggak tahu," tambah Sandy.

Para personel PAS Band dipastikan hadir dalam prosesi pemakaman tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sosok yang turut membidani perjalanan musik PAS Band sejak awal 1990-an. 

Kepergian Trisno menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang musisi yang konsisten menjaga kejujuran karya dan persahabatan hingga akhir hayatnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.