Ratusan Taruna Akmil dan Akpol Diterjunkan Jadi Kakak Asuh Siswa Sekolah Rakyat Selama MPLS
Muhammad Fatoni August 02, 2026 10:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan taruna dari Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) diterjunkan untuk menjadi kakak asuh para siswa selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat.

Para taruna tersebut dikirim ke berbagai daerah menggunakan pesawat TNI dari Akademi Angkatan Udara (AAU) Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026).

Mereka terlebih dahulu melaksanakan upacara pelepasan yang diikuti 592 perwakilan taruna Akamil dan Akpol serta 58 perwakilan siswa sekolah rakyat.

Para taruna dari dua lembaga penegak hukum tersebut diberi tugas mendampingi siswa dalam berbagai kegiatan, mulai dari kehidupan berasrama, pembinaan kedisiplinan, kepramukaan, hingga pendidikan karakter. 

Nantinya, setiap siswa Sekolah Rakyat akan didampingi sekitar 5 taruna selama lima hari pelaksanaan MPLS.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, mengatakan program yang berlangsung serentak di 172 lokasi sekolah rakyat di seluruh Indonesia ini bertujuan membentuk disiplin, karakter, dan menanamkan nilai-nilai cinta Tanah Air sejak hari pertama pendidikan.

Gus Ipul mengatakan pelibatan taruna merupakan bagian dari upaya membangun karakter siswa sekolah rakyat, yang merupakan salah satu program Presiden Prabowo Subianto bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu.

Menurutnya, sistem pendidikan berasrama membutuhkan pembinaan disiplin yang kuat agar para siswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan semangat nasionalisme.

"Para taruna akan ikut membimbing siswa-siswa sekolah rakyat, terutama dalam kehidupan kepramukaan, kehidupan berasrama, dan bagaimana disiplin diterapkan dalam setiap kegiatan. Kita ingin lulusan sekolah rakyat bukan hanya pintar, tetapi juga berkarakter, cinta Tanah Air, sopan, memiliki kedisiplinan yang tinggi, dan berintegritas," kata Saifullah Yusuf.

Baca juga: Pelajar Sekolah Rakyat di Kulon Progo Diminta Lari 1.600 Meter demi Uji Kebugaran Pekan Depan

Saifullah menjelaskan Kemensos mengadopsi pola pembinaan yang selama ini diterapkan di lingkungan pendidikan TNI dan Polri. 

Sistem tersebut mencakup pengaturan aktivitas harian, pembentukan tanggung jawab, hingga penanaman disiplin sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat.

"Kita belajar dari sekolah-sekolah di lingkungan TNI dan Polri, bagaimana para taruna dididik dengan baik sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat. Nilai-nilai positif itu akan diterapkan di sekolah rakyat," ujarnya.

Program ini menjadi kali pertama taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) diterjunkan secara langsung untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat selama MPLS.

Pendampingan sekolah rakyat sebelumnya dilakukan oleh personel TNI dan Polri di 166 lokasi. 

“Melalui pelibatan para taruna, kami berharap pembentukan karakter, kedisiplinan, serta semangat kebangsaan siswa dapat semakin kuat sejak awal mengikuti pendidikan di sekolah rakyat,” pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.